Minggu, 15 November 2015

Cara Gampang Menulis Puisi
Oleh
 D
Hasan Mustofa Kamal
engan menulis kita bisa menyampaikan ide-ide atau perasaan kita yang dapat kita tuangkan ke dalam tulisan (Ansori:2011)[i]. Salah satu cara orang untuk mengekspresikan sebuah perasaannya misalnya perasaan bahagia, sedih, kesal, marah dan sebagainya adalah lewat media tulisan.
Iskandarwassid (2009:248)[ii] menyatakan bahwa aktivitas menulis merupakan  suatu bentuk manifestasi kemampuan dan keterampilan bahasa yang paling akhir dikuasai oleh pembelajar bahasa setelah kemampuan mendengarkan, berbicara, dan menyimak. Menulis dalam keterampilan bahasa ialah keterampilan yang terakhir tidak semudah membaca, berbicara dan membaca karena menulis harus memiliki daya imajinasi yang tinggi untuk berpikir dan menuangkan semua pikiran tersebut ke dalam tulisan.
Salah satu karya dari menulis adalah puisi. Puisi adalah salah satu karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya makna sebagai media dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif (Ansori:2011)[iii]. Ketika  menulis sebuah puisi kita perlu memilih kata-kata indah, menuangkan semua pikiran kita dan menyusunnya sehingga menjadi puisi. Puisi yang indah akan tercipta jika penulisnya sudah terbiasa menulis puisi, suasana yang mendukung, berimajinasi dan kreatif.
Menulis puisi memang tidak mudah, tidak semudah membalikan telapak tangan. Bagi sebagian besar orang mungkin mengalami kesulitan dalam  menulis puisi karena kurangnya pengalaman. Banyak orang tidak tahu caranya menuangkan isi pikirannya ke dalam tulisan. Akan tetapi, menulis  puisi itu sebenarnya gampang jika saja kita mengerti dan paham akan cara menuangkan ide atau gagasan  yang ada di dalam pikiran kita.
Saya  ingin memberitahukan kepada semua orang bahwa menulis puisi itu tidak susah.  Sebagian besar orang beranggapan bahwa menulis itu susah sehingga tidak tertarik untuk menulis puisi. Padahal, dengan menulis puisi kita bisa berkreasi dalam bidang  bahasa dan  kita juga bisa meluapkan semua inspirasi, ide dan gagasan kita tanpa batas lewat sebuah puisi.
Ketika kita akan memulai untuk menulis puisi, kita perlu banyak membaca contoh hasil karya puisi para penyair yang handal seperti Chairil Anwar atau W.S Rendra karena dengan banyak membaca contoh puisi, kita bisa mengetahui puisi yang indah itu seperti apa. Dengan begitu, pada saat kita menulis puisi kita akan terpancing untuk membuat karya puisi yang indah dan kita akan berusaha mencari inspirasi yang kita butuhkan. Hal yang kita lihat, dengar, dan rasakan, semuanya bisa kita ungkapkan dalam sebuah puisi, tetapi biasanya penulis kesulitan dalam menuangkan hal yang dirasakannya ke dalam bentuk tulisan.

Sebenarnya menulis puisi itu mudah, hal yang ada di sekitar kita bisa dijadikan inspirasi dalam menulis puisi. Misalnya, ada selembar kertas putih di atas meja kita bisa jadikan itu sebagai inspirasi dalam menulis puisi seperti ini contohnya “selembar kertas putih kepercayaanku, ku letakan di atas meja kehidupan ini”, ini sudah menjadi sebuah bait puisi tinggal kita menambahkan kata-kata sedikit di belakangnya. Banyak sekali kata-kata yang bisa kita ubah menjadi sebuah puisi tidak ada alasan susah dalam menulis puisi apa pun bisa dijadikan puisi.


Menentukan sebuah tema dalam menulis puisi akan mempermudah dalam penulisannya, karena dengan adanya tema yang akan ditulis kita akan fokus kepada tema yang akan kita jadikan sebuah puisi. Banyak sekali tema yang bisa dijadikan puisi, misalnya tema kehidupan, cinta, agama, persahabatan, dan politik. Kita tentukan satu tema yang akan kita tulis menjadi sebuah puisi. Contohnya cinta. Penulis akan mengungkapkan perasaan tentang cinta pada puisi yang ditulisnya. Tema juga bisa membatasi hal yang akan ditulis supaya tidak melebar penulisannya.
Situasi dan kondisi sangat mendukung dan mempermudah ketika menulis puisi, situasi yang nyaman akan memunculkan ide atau gagasan yang ada di dalam pikiran kita keluar begitu saja yang bisa dijadikan puisi. Tempat kita ketika menulis puisi juga sangat mempengaruhi dalam penulisan puisi misalnya, menulis puisi di alam terbuka dengan dipenuhi banyak pepohonan dan udara yang segar membuat otak kita menjadi segar dalam berpikir, hal itu mempermudah dalam mencari inspirasi.  Pepohonan dan objek yang ada di alam terbuka bisa dengan mudah dijadikan sebuah puisi jika kita peka dan merasakan yang ada di alam itu. Kepekaan dalam merasakan yang ada di sekitarnya akan membuat sebuah puisi itu  bisa memberikan pesan kepada pembacanya


Alunan musik yang kita dengarkan ketika sedang menulis puisi juga sangat memudahkan kita merasakan hal yang ada disekitar kita dan apa yang sedang kita rasakan. Dengan musik juga, penulis puisi bisa dengan mudah memunculkan inspirasi yang didapat dari alunan musik tersebut, misalnya alunan musik yang sedang didengar adalah musik yang berlirik tentang cinta yang bahagia,  penulis pun akan merasakan rasanya sedang jatuh cinta. Namun, jika musik yang didengarkannya itu tentang rasa sakit hati atau tentang kegalauan,  penulis akan merasakan dan menulis puisinya tentang rasa sakit ketika cintanya tidak sesuai harapan.
Dengan demikian, tidak ada alasan buat kita untuk berkata bahwa menulis puisi itu susah, rumit, dan tidak ada inspirasi dalam menulisnya. Menulis puisi itu gampang ketika kita ada niat dan berusaha untuk menulisnya lebih baik dari yang lain. Pengalaman dan seiring berjalannya waktu kita akan terbiasa dalam menulis puisi. Situasi, kondisi, penentuan tema, tempat dan mendengarkan alunan musik  akan mempermudah kita dalam menulis puisi. Jadi, tidak ada salahnya mencoba menulis puisi sekarang juga!







[i] Ansori.Ilham(2013). pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan active learning melalui teknik imagine.STKIP Siliwangi Bandung: diterbitkan 

[ii] Iskandarwassid dan Suhendar. 2009. Strategi Pembelajaran Bahasa.Bandung: Rosdakarya. hal.248

[iii] Ansori.Ilham(2013). pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan active learning melalui teknik imagine.STKIP Siliwangi Bandung: diterbitkan    

Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang Menguji Nyali, anda berani? BACA !!

Hai semua, apa kabar? maaf nih baru mau posting lagi di blog udah lama ngga update. Hhe
Oh iya ada yang kuliah? kalau kuliah pasti ada kegiatan wajib dari kampus yaitu Kuliah kerja nyata (KKN) yang dilaksanakan di desa-desa terpencil tapi ada juga sih yang KKN di Kota. Kegiatannya  macam-macam tergantung dari program yang ditentukan oleh pihak kampus dan juga program dari kelompok masing-masing tentunya.
 sebentar lagi ada yang mau KKN? bisa jadi kalian sedang KKN? Atau kalian sudah beres KKN nya? Banyak sekali pengalaman yang kita dapat dan cerita-cerita yang menarik dari kegiatan KKN ini,misalnya pengalaman hidup yang jauh dari perkotaan, sinyal handphone yang pas-pasan, kekurangan air, dan banyak sekali yang bisa kita dapatkan selama KKN. Cerita cinta lokasi ketika KKN, ada yang jadian sama teman kelompok KKN, ada juga yang jadian sama warga setempat hehe banyak deh cerita-cerita menarik yang bisa kita dapatkan ketika KKN. Tapi ingat, tidak selamanya KKN berjalan dengan lancar ada konflik yang terjadi di antara teman kelompok kita bahkan ada yang berkonflik dengan warga karena kesalahan yang di perbuatnya, yang penting kita tidak mengganggu pasti mereka juga tidak akan mengganggu kita,
di postingan ini saya mau menceritakan pengalaman pribadi saya saat KKN. Saya KKN tahun kemarin yaitu tahun 2014 bulan Mei. Tempat KKN saya berada di daerah kabupaten Bandung Barat, untuk jelasnya saya tidak akan menyebutkan nama desanya. Hhe pokoknya kalau dari Cimahi perjalanannya kira-kira 2 jam perjalanan. Waktu KKN yang diberikan pihak kampus kepada mahasiswa yaitu selama 40 hari, ya lumayan membuat kangen rumahlah. hehe
sebenarnya saya ragu buat menceritakan pengalaman saya ini kepada kalian, karena ketika saya menceritakan pengalaman ini kepada teman atau keluarga, saya selalu merasa merinding, bulu kuduk selalu berdiri bahkan sesudah menceritakan ini ketika tidur selalu ada yang datang dalam tidur untuk mengganggu. Bukan hanya sekali tapi tiap saya bercerita kejadian itu terus saya alami, mungkin lewat tulisan ini tidak akan terjadi lagi yang mengganggu saya tidur. Hehe untuk kalian yang penakut saya sarankan jangan membaca cerita ini karena setiap kalian baca cerita ini, mereka semua selalu hadir menemani kalian membaca, mereka senang kalian membaca cerita ini. Ketika anda membaca tengoklah kanan, kiri, depan, belakang, bawah dan atas siapa tahu mereka sudah berada bersama kamu. J
Baiklah saya akan menceritakannya sekarang!
Awal kedatangan kami kelompok KKN di desa TJ (inisial nama desa) di sambut baik oleh ibu kepala desa setempat, kami di disambut di kantor desa TJ langsung oleh ibu kepala desa. Saat itu saya sudah merasakan hal aneh karena isi sambutan bu kades saat itu berbicara kalau “desa ini tidak seperti desa yang lain, kalian juga pasti tahu kok nanti”. apanya yang berbeda? Ah ntahlah saya tidak menghiraukannya karena kami semua ingin cepat-cepat untuk pergi ke posko kami. Posko KKN kami lumayan jauh dari kantor desa, jalan ke sana melewati hamparan sawah yang hijau, sungai yang sangat besar sekali,  kami juga harus melewati pohon bambu yang sangat lebat sekali walaupun hari sudah siang, sinar matahari tidak menembus sehingga jalanan sedikit agak gelap. Selain itu, Kami juga harus melewati beberapa kuburan di pinggir jalan. Posko kami berada di ujung jalan, dengan dikelilingi oleh rimbun pohon tinggi. Suasana sekitar posko kami sangat sepi sekali, selain jalanannya buntu, di belakang posko sekitar 20 meter terdapat banyak kuburan warga setempat. Di depan posko terdapat rumah bilik yang diisi oleh nenek-nenek yang sudah sangat tua, untuk berjalan pun sudah tidak bisa berdiri dan nenek itu hanya hidup seorang diri.
Setelah kami sampai posko kami beres-beres barang yang kami bawa, ada sebagian yang masak untuk makan malam nanti. hari pertama KKN kami hanya diisi dengan persiapan kegiatan untuk ke depannya bagaimana, menyusun kegiatan, pembagian tugas, pembagian jadwal piket, pembagian jadwal mengajar bimbel (bimbingan belajar), pembagian sosialisasi ke RT dan juga RW di sana.
 Hari kedua kami sosialisasi kepada RT mulai dari RT 1 sampai RT 5 tak lupa juga setiap kami bertemu dengan warga kami selalu bersalaman dan memperkenalkan diri kemudian memberitahukan kegiatan-kegiatan yang akan kami laksanakan selama kami KKN. Setelah beres bersosialisasi ketua kelompok kami mendapat panggilan dari bu kades untuk datang ke rumahnya, sedangkan saya dan teman-teman beristirahat di posko dan mempersiapkan makan siang. Ketika makan siang ketua saya memberitahukan bahwa besok di kantor desa ada kegiatan lomba-lomba yang dilaksanakan oleh ibu-ibu PKK desa TJ, kami semua di suruh untuk membantu semua kegiatan di sana. 3 orang teman saya pergi ke kantor desa untuk rapat kegiatan besok, namun selama 2 jam menunggu di kantor desa tak ada satu pun ibu PKK yang datang. Tidak tahu kenapa merek tidak datang rapat, mungkin rapatnya pindah tempat atau pindah waktu.
Besoknya, Kami semua berangkat ke kantor desa jam 8, karena perlombaannya dimulai pukul 10. Kami semua terkejut ketika datang ke desa karena apa yang kami bayangkan di perlombaannya akan meriah dengan sound system yang gede, panggung yang besar, dan dekorasi yang bagus tetapi ketika kami sampai di kantor desa tidak ada hal yang seperti itu. Semua biasa saja, tidak ada yang meriah di kantor desa bahkan aula yang akan dipakai untuk perlombaan mojang dan jajaka masih kotor penuh dengan debu, kursi belum ada, masih banyak sampah yang berserakan. Hanya ada 2 bangku di sudut aula dengan dua speaker aktif yang sedang di tes oleh pegawai kantor desa.
Kami semua membagi tugas untuk laki-laki yang berjumlah 8 semua mempersiapkan aula, untuk perempuan mempersiapkan penilaian juri dan juga penerimaan peserta lomba yang datang. Saya dan teman yang lain membersihkan daerah panggung yang dibuat permanen dari tembok, mengambil kursi dari gudang dan menyimpannya berjejer di aula. Suara speaker sangat keras ketika di tes di aula dengan lagu yang diputarnya lagu dangdut lumayan membuat kami semangat bekerja. Saat itu saya bertugas menjadi juru foto atau seksi dokumentasi, saya membawa kamera digital yang lumayan bagus dan juga sesekali menggunakan HP untuk memotret. Salah satu teman saya meminta saya untuk memfotonya yang sedang membersihkan sekitar panggung yang berada di aula, namun ada yang aneh saat saya mengambil gambar tak ada satu pun gambar yang bagus semuanya blur atau tidak jelas, ah mungkin saya yang belum terbiasa dengan kamera digital. Saya coba kembali menggunakan kamera HP saya namun hasilnya sama tidak jelas bahkan terdapat banyak sekali bentuk bulat-bulat yang tertangkap kamera (setahu saya itu dinamakan orbs). Tapi saya berpikir positif saja masa siang-siang ada yang begituan tidak mungkinlah.
Saya berkeliling melihat teman saya yang berada di ruangan lain untuk mengambil gambar, hasilnya ternyata sangat jelas beda dengan yang di aula tadi. Setelah saya rasa cukup untuk berkeliling saya kembali ke aula karena masih penasaran dengan foto yang selalu tidak jelas, saya utak atik pengaturan di kamera digital yang saya bawa. Setelah di coba kembali hasilnya tetap sama selalu tidak jelas dan selalu ada bulatan aneh di gambarnya.  Mungkin kameranya yang sudah rusak atau saya yang belum bisa memakainya saya mencoba untuk berpikir positif.
Di sana ada pegawai desa yang kebingungan ketika mengatur mic yang akan di pakai nanti, saya mencoba untuk membantunya. Lagi-lagi hal aneh terjadi di sana, ketika mic di pakai di bawah panggung suara yang keluar jelas tetapi ketika di coba di atas panggung suara yang keluar aneh, seperti suara keributan yang sangat banyak sekali orang padahal saat itu orang-orang belum datang ke aula. Karena saya tidak mengerti dengan speaker aktif, saya cuma bisa melihat dan mengecek suara yang keluar jelas atau tidaknya.
Para peserta lomba mulai berdatangan ke kantor desa, penonton dan pendukungnya pun mulai memadati aula yang sudah di siapkan. Aula di sana masih sangat baru, saking barunya pintunya pun belum terpasang alias aulanya belum jadi masih tahap pembangunan namun karena sekarang ada perlombaan maka para pekerjanya tidak datang. Bu Kades terpaksa menggunakan aula yang belum jadi ini karena tidak ada tempat lagi untuk untuk melaksanakan perlombaannya
Acara demi acara berjalan cukup lancar, sekitar jam 1 acara perlombaan sudah beres. Hari itu juga pengumuman juaranya di umumkan. Setelah beres perlombaan kami membereskan kembali semua peralatan yang dipakai untuk perlombaan. Kursi-kursi di simpan kembali ke gudang, sampah yang berserakan di kumpulkan dan dibersihkan. Setelah beres semua kami semua pulang ke posko untuk beristirahat.
Setelah salat magrib kegiatan yang kami lakukan adalah pengajian bersama membaca al-qur’an sampai waktu isya datang. Setelah salat isya kami semua makan malam seperti biasa dengan menu sederhana tetapi dengan kebersamaan semua terasa nikmat. Pukul 9 malam adalah jadwal kegiatan untuk evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan. Seperti biasanya ketua yang membuka sesi evaluasi, semua berpendapat mengeluarkan aspirasi mereka masing-masing. Namun ketika kami semua sedang ramai tiba-tiba suara benda jatuh di kamar mandi terdengar keras, seperti gayung yang jatuh, semua orang yang sedang berdiskusi mendadak diam, “ itu siapa yang ada di kamar mandi?”. Teman saya Elqi mengecek ke dalam kamar mandi ternyata tak ada seorang pun di dalam kamar mandi. Mungkin cuma gayung yang jatuhlah tidak jauh dari itu, tapi Elqi yang datang sesudah mengecek mukanya kebingungan, tak ada satu pun barang yang jatuh di dalam kamar mandi, karena saya penasaran saya langsung cek ke dalam kamar mandi ternyata benar tak ada satu pun benda yang jatuh. “yasudah, ga ada apa-apa kok ga usah di pikirin, sekarang kita lanjut evaluasinya, sampai mana tadi?” ketua pun menenangkan kita semua yang sudah panik dan takut dengan kejadian itu. Evaluasi terus lanjut tapi dengan suasana yang canggung tidak seperti biasanya, tidak lama kemudian terdengar kepakan sayap ayam dari belakang karena memang ada kandang ayam, tapi kok ayamnya berkokok malam-malam, teman saya yang berada di belakang saya Tiar ternyata tertidur dengan posisi telentang, mungkin dia lelah karena tadi siang dia menjadi MC di acara perlombaan. Di depan saya perempuan yang bernama Tri mukanya ketakutan banget seperti melihat sesuatu, matanya terus menatap ke arah kamar yang berada di belakang saya, suasana semakin tidak terkendali ketika Tri mulai menangis.
Eh kenapa tuh Tri kok menangis, semua panik, semua takut. Saya bangunkan Tiar yang sedang tidur, tidak ada reaksi apapun saat di bangunkan, makin panik saja suasana saat itu ketika ayam berkokok semuanya, burung-burung berkicau, suara kambing terdengar, bebek-bebek semuanya bersuara seperti yang ketakutan. Semua coba buat tenang tapi rasa takut tidak bisa di hilangkan. tiba-tiba Tri bicara seperti ini “ ieu aya nu dek asup ka badan tri, bae ulah” ( ini ada yang mau masuk ke dalam badan Tri, boleh tidak ). Semua kaget dia  bicara seperti itu, maksudnya apa saya tidak mengerti apa yang dia bicarakan. Dia bicara lagi “ ieu aya nu dek nyarios”, (ini ada yang mau bicara). Tiar teman saya yang sedang tidur tidak bisa di bangunkan walaupun sudah dibangunkan terus menerus.
Ketika Tiar terbangun dia terkejut dengan kepanikan semua. “ itu apa yang diem di belakang saya? tinggi besar, saya takut!”. Kami semakin panik karena saat itu tidak ada siapa-siapa di belakang dia. Suara Tiar makin keras kalau dia takut, dia tidak mau liat makhluk yang berada di belakang dia. “Nes kamu jangan di situ, itu awas  ada yang mau pegang kamu, cepet pergi” Tiar bicara seperti itu membuat Agnes ketakutan akhirnya dia cuma bisa menangis. Seluruh badan terasa merinding saya bingung mau berbuat apa, Tiar  sangat ketakutan, Tri tatapannya kosong sambil menangis, Agnes juga ketakutan.
Saat itu Tiar merasakan apa yang tidak kami rasakan, dia merasa di posko penuh dengan makhluk yang asing yang baru pertama Tiar lihat, ntah kekuatan dari mana sebelumnya Tiar tidak pernah bisa merasakan apapun tentang hal gaib. Perasaan Tiar sangat sensitif bahkan dia tahu kalau di luar posko sudah banyak makhluk, puluhan bahkan ratusan makhluk yang ingin masuk ke dalam posko. Saat itu saya berusaha menenangkan dia mungkin dia mimpi atau hanya halusinasi saja. Tapi dia malah menyuruh saya untuk mengaji di dalam kamar, tidak menunggu lama saya langsung ke kamar mandi dan berwudu. Sungguh perasaan yang tidak menentu saat berwudu saya merasa di sekeliling saya ada yang memperhatikan saya, setelah berwudu kemudian saya ambil al-qur’an dan membacanya di atas kasur. Ayat demi ayat saya bacakan dengan keras, semakin keras membacanya semakin merinding tubuh ini, saya merasa di jendela kamar itu seperti ada yang mengintip dari jauh. Badan ini terasa sangat dingin, jantung semakin berdebar tidak karuan karena saya cuma sendirian di kamar saat itu.
Tiba-tiba Tri menundukkan kepalanya dan ahhhh... ini dia yang paling aku takutkan saat ada di sana, ya tubuh dia sudah dikendalikan oleh makhluk lain dia hilang kesadarannya. Matanya melotot seperti orang yang sedang marah, tangannya dikepalkan seperti mau pukul orang. Teman-teman yang lain langsung memanggil yang punya posko ini untuk minta bantuannya.
Tri : “maraneh saha siah ngaganggu aing ker sare, dek naraon maneh di darieu? Aing apal maneh lain orang dieu”. (kalian siapa mengganggu saya sedang tidur, mau apa kalian di sini ? saya tahu kalian bukan orang sini ).
Kami semua bingung karena tidak merasa mengganggu kehidupan mereka, tetapi mereka merasa terganggu dengan kehadiran kami semua. kami Semua berkumpul di ruang tengah, tidak ada yang berani untuk menjawab semua pertanyaan itu,dari pada cuma diam saja saya coba untuk menjawabnya.
Saya : punten pisan bilih ka ganggu ku abi sadayana, da teu teurang atuh da teu katinggal jadi punten weh. (maaf banget kalau ke ganggu oleh saya semuanya, saya tidak tahu tidak kelihatan jadi maaf saja)
Tri : sia dek nga ganggu ka urang kabeh nu aya didieu ? tahh ku urang kabeh prajurit urang datang kadieu, tuuuuh diluar ges loba narungguan tuh balad balad urang datang, kabeh ku urang di arajak kadieu nu aya di desa TJ. Untung weh ieu jelema bisa ngomong jeung urang, mun teu maneh kabeh gering siah nepi ka paeh. Aing ker genah-genah sare sia ngagaranggu datang ngagandengan tempat urang. ( kamu mau mengganggu kami semua yang ada di sini? Tuh sama saya semua prajurit datang ke sini, tuh semua sudah pada menunggu tuh teman saya datang, semua sama saya di ajak ke sini yang ada di desa TJ. Untung saja ini anak bisa bicara sama saya, kalau tidak kalian semua sakit sampai mati, saya sedang enak-enak tidur kamu mengganggu datang berisik di tempat saya)
Saya : abi ti kampus kadieu ngan saukur ngajalankeun tugas nyaeta KKN, sanes  bade ngaganggu, nya punten weh bilih ka ganggu mah. Da tadi ge acara di ditu eta mah di piwarang ku bu kades, jadi ulah nyalahkeun ka abi da teu apal. (saya dari kampus ke sini cuma menjalankan tugas yaitu KKN, bukan mau mengganggu, ya maaf saja kalau ke ganggu, tadi juga acara di sana di suruh oleh bu kades jadi jangan menyalahkan saya soalnya tidak tahu)
Tri : heueuh atuh ai datang teh ngucapkeun salam lain jol ujug-ujug datang ngagandengan kudu boga sopan santun. Ohh kituu, kadieu teh dek ngabaantuan ieu desa , nya alus atuh ai kitu mah sugan teh dek nantang aing maraneh teh. (iya kalau datang tuh mengucapkan salam jangan tiba-tiba datang berisik harus punya sopan santun, oh gitu, ke sini tuh mau membantu desa ini, ya bagus dong kalau gitu, kirain mau menantang saya kalian tuh)
Saya : muhun sakali deui punten ka ganggu oleh kita semua . (sekali lagi maaf terganggu oleh kita semua)
Tri : nya ngges atuh ai kitu mah, hayu balik kabeh. Kumaha ngucapkeun salam teh? (yaudah kalo gitu, ayo kita pulang semua, gimana ngomong salam )
 semua : assalamualaikum
Tri : hahahaha (suara tertawa yang keras seperti suara kakek-kakek)
Setelah makhluk itu pergi tubuh Tri terlihat sangat lemas, teman saya Agnes mencoba untuk memberikan Tri minuman teh manis hangat supaya cepat kembali normal tubuhnya. kami semua sedikit merasa lega, tetapi suasana masih belum kondusif masih terasa kalau kami di posko ini ternyata tidak hanya ada manusia saja banyak makhluk yang berdatangan tanpa bisa kita lihat. Saya hanya bisa berdoa dengan doa yang saya bisa, dalam hati saya terus melafalkan ayat kursi dan berharap kepada tuhan agar kami semua di selamatkan dari gangguan makhluk yang ntah bagaimana bentuk dan rupanya
Pak RW dan sesepuh yang ada di RW ini datang bersama teman kami. Mereka merasa heran dengan kejadian yang kami alami barusan, pak RW bilang selama ada yang KKN di RW ini tidak pernah terjadi kejadian yang seperti ini. Kami ceritakan semua kejadian yang terjadi barusan kepada mereka dengan jelas. Sesepuh di sana yang bernama H.Sanusi mulai melafalkan doa-doa dan mencoba menetralkan kembali suasana yang tidak mengenakan ini. Kami semua merasa lega dan merasa aman karena pak haji bilang kalau rumah posko ini akan di bentengi dengan energi dan doa darinya, saat itu juga pak haji meminta bawang putih untuk di beri doa kemudian pak haji menuliskan huruf Arab di pintu, dinding dan semua sudut rumah dengan bawang putih itu agar makhluk yang tadi tidak bisa lagi masuk ke dalam posko.
Setelah beres membenteng posko dengan doa kemudian pak haji bercerita bahwa aula yang tadi dipakai untuk acara pelombaan itu tadinya ada sebuah pohon beringin yang sangat besar kemudian di tebang, pohon itu adalah istana kerajaan bagi para makhluk di desa ini. kerajaan makhluk gaib yang sangat besar sekali yang ada di desa ini. Pantas saja ketika ingin berfoto di aula hasilnya selalu tidak jelas mungkin karena banyaknya energi negatif di sana. Mungkin mereka marah kepada kita karena pada saat jam-jam tidur bagi dunia makhluk gaib kami datang dan membuat mereka terganggu.
Setelah semuanya beres pak RW dan pak haji kemudian berpamitan untuk pulang. Kami semua mengakhiri acara evaluasinya dan bersiap-siap untuk tidur. Sebelum tidur kami semua memanjatkan doa bersama-sama agar terhindar dari gangguan makhluk gaib. Kami atur posisi tidur karena posko kami tidak terlalu luas akhirnya kami membagi-bagi ruangannya untuk tidur. Saya ke bagian tidur di ruang tengah bersama 4 teman lelaki saya dan Tri juga tidur di ruang tengah karena teman perempuan yang lain takut kalau nanti dia akan kemasukan lagi. Supaya tidurnya tidak bersatu laki-laki dan perempuan saya menyekatnya dengan bantal guling.
4 jam berlalu, jam menunjukkan pukul 1 pagi. Saya dan teman saya yang bernama Anggi tak bisa tidur, kami berdua mengobrol dan sesekali memperhatikan keadaan ruangan posko ini. Saya lihat Tri tertidur pulas mungkin karena dia cape karena kejadian tadi, dan teman-teman yang lain terlihat semuanya sudah tidur. Ketika saya dan Anggi sedang mengobrol tiba-tiba suasana ruangan menjadi panas, bahkan Anggi membuka bajunya di tengah malam karena saking panasnya suhu di dalam posko. Kami berdua heran karena secara tiba-tiba suhu berubah.
Tiba-tiba ayam di belakang posko berkokok dan mengepakkan sayapnya, burung perkutut membunyikan suaranya, domba dari kejauhan terdengar gelisah dan burung gagak ada di atas posko kami pun bersuara. Bulu kuduk saya merinding dengan tiba-tiba, suasana menjadi seperti tadi lagi. Saya dan Anggi merasa takut akhirnya kami berdua memutuskan untuk tidur. Tidak lama kemudian, suara tangisan mulai terdengar dari Tri, dia menangis seperti ketakutan kedua tangannya menutupi mukanya. Sambil menangis ketakutan dia bicara “jangan ke sini dong, ke sana pergi ! pergi! Pergi!. Mau apa lagi datang ke sini, aaa mamah bapak Tri ga kuat maah, takuuut mah takuuut!”. Kami berdua bangun kembali untuk menenangkan dan menemani Tri yang ketakutan, saya bilang ke dia  “itu cuma khayalan saja tenang aja kan ini udah di benteng tadi sama pak haji, udah sekarang tidur aja jangan nangis jangan takut pasti di jagain ko”. bukannya tidur dia malah bilang kalau dia tidak takut melihat makhluk gaib jika saja yang dilihatnya tidak sebanyak ini, dia merasa lemas karena energinya di serap habis dan juga minyak wangi yang biasa dia gunakan untuk menambah energinya ketinggalan di rumahnya jadi dia tidak bisa melawan. Dia juga bilang kepada saya, bayangkan saja orang-orang satu desa itu banyaknya gimana ? nahh di posko ini juga kalau saya bisa lihat penuh sesak dengan makhluk gaib satu desa berkumpul di posko ini. Benteng yang di buat oleh pak haji ternyata tidak mampu menahan mereka untuk tidak masuk ke dalam posko karena terlalu banyak.
Ketika saya dan Anggi mengobrol dengan Tri tidak lama kemudian terlihat seperti bayangan hitam yang cepat sekali masuk ke dalam tubuh Tri. Kami berdua dengan jelas melihat bayangan itu tepat di depan kedua mata. Setelah itu, tubuh Tri menunduk diam dan tidak lagi berkata-kata, saya mulai takut dengan kejadian barusan. Akhirnya tubuh Tri dikendalikan lagi oleh makhluk gaib yang datang dengan para gerombolannya yang begitu banyak. Matanya melotot tajam ke arah kami berdua, kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan seperti mengamati kami berdua yang berada di depannya. Saya dan Anggi tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa berdoa dengan doa yang kami bisa.
“ini anak siapa? Saya mau bawa dia ke istana saya” makhluk yang ada di dalam tubuh sri memulai percakapan di malam hari itu.
“gatau, saya baru kenal dengan dia” saya berusaha menjawab walaupun takut.
“ini anak istimewa, dia bisa melihat dan berinteraksi dengan bangsa kami, saya mau bawa dia ke istana saya sekarang, bilang ke bapanya ini anak buat saya”.
“ jangan !!! kasian, kita beda alam ga boleh, dia sudah ada yang punya”
“siapa yang punya anak ini ?
“ Alloh, kalo mau minta sama Alloh”
“pokonya anak ini akan saya bawa, tuh liat banyak sekali di luar makhluk seperti saya yang menunggu dia keluar untuk di bawa ke rumahnya”
“ga boleh, kita beda alam, jangan ganggu kami! cepat keluar kasian teman saya dari tadi sudah kelelahan dia ingin istirahat”
“saya yang menguasai desa ini, semua yang ada di desa ini takluk oleh saya, anak ini harus jadi milik saya!” dengan nada marah
“sekarang dia mau istirahat, sok keluar sekarang!”
“yaudah saya keluar sekarang, tapi besok saya akan kembali dengan pasukan saya yang lebih banyak lagi untuk datang bawa dia”
“iya sok keluar, besok datang lagi”.
(Sebenarnya dialog di atas menggunakan bahasa Sunda, supaya semua mengerti saya tulis langsung dengan bahasa Indonesia)
Suasana malam itu semakin hening, udara yang panas kembali normal seperti malam biasanya. Setelah teman saya Tri sadar dia sangat kelelahan, tubuhnya sangat lemas. Dia terus menangis malam itu, dia ingin cepat pulang ke rumahnya karena dia sangat ketakutan tapi saya dan Anggi terus menenangkannya. Sri meminta saya untuk tidak tidur sepanjang malam dan menemaninya, dia juga meminta untuk menyalakan laptop dan memutarkan mp3 ayat alquran terus menerus sampai pagi. Setelah mp3 itu di putar beberapa menit kemudian akhirnya Tri pun tertidur sangat pulas hingga pagi hari menjelang.
Ketika pagi hari teman-teman yang lain mulai bangun satu persatu, mereka semua tidak ada yang tahu dengan kejadian yang terjadi setelah mereka semua tidur, saya tidak menceritakan kepada mereka agar tidak menjadi hal yang menakutkan untuk mereka. Semua berjalan seperti biasanya, kegiatan di mulai dengan salat subuh berjamaah dan yang ke bagian piket bersih-bersih rumah dan menyiapkan sarapan pagi.
Setelah sarapan pagi bersama, Tri izin kepada ketua kelompok kami untuk pulang ke rumahnya karena dia tidak kuat dengan gangguan makhluk yang ada di sini. Sri tidak tahu kalau dia akan datang lagi ke posko ini atau pindah ke posko lain. Dia di jemput oleh bapanya menggunakan motor, tapi ketika ayahnya datang ke posko untuk menjemput Tri, ayahnya malah menyuruh untuk memanggil kembali makhluk yang tadi malam datang, ayahnya tidak ingin kalau anaknya di ganggu. Kami semua berkumpul di ruang tengah, Tri bersiap-siap memanggil kembali makhluk gaib tadi malam yang datang kepadanya, dia merasa lebih kuat lagi karena ayahnya membawa minyak yang biasa dia gunakan untuk menambah energi dan juga batu yang dia bilang adalah batu pemberian oleh kakeknya. Tri memulai memanggil, dan apa yang terjadi ??? Nanti saya akan ceritakan kejadian yang terjadi antara Tri, ayahnya dan makhluk gaib yang menginginkan Tri untuk di bawa ke istananya.
Malam itu adalah malam yang tak akan pernah saya lupakan sepanjang hidup saya. Kejadian demi kejadian yang saya alami malam itu terus teringat karena malam itu begitu menakutkan bagi saya. Awalnya mungkin mereka marah karena merasa terganggu tempatnya tetapi mereka datang kembali karena ada salah satu teman saya yang berbeda bagi mereka dia adalah orang yang spesial hingga mereka menginginkannya. Setelah kejadian itu kami sadar kami hidup tidak hanya dengan manusia saja tetapi ada makhluk lain yang hidup berdampingan yang tidak terlihat. Semua kegiatan KKN menjadi sangat berbeda, kami semua merasa setiap gerak gerik kegiatan kami ada yang mengawasi oleh dunia lain. Setiap jam 5 sore kami semua sudah berada di dalam posko tidak ada yang berani main keluyuran setelah lewat dari jam 5. Setiap malam sekiat jam 11 ayam di belakang posko kami selalu berkokok dan itu adalah tanda bahwa kami harus segera tidur.
Semua kejadian ini nyata dan terjadi dalam kehidupanku. Oleh karena itu, saya hanya ingin memberi masukan kepada kalian yang akan melaksanakan KKN untuk selalu menaati semua peraturan adat yang berlaku dan juga jangan lupa kalau kalian hidup tidak dengan manusia saja hormati mereka yang tidak terlihat.
Tulisan ini jauh dari kata sempurna, saya harap saran dan kritiknya untuk lebih baik lagi.
Tinggalkan jejak di blog ya minimal komentar hhe




Kamis, 18 September 2014

pantai santolo pameungpeuk garut

 sering dengar nama pantai santolo ? ya itu adalah pantai yang berada di jawa barat yang berada di pameungpeuk garut. Untuk menjawab rasa penasaran akan indahnya pantai itu saya beserta keluarga besar pergi kesana dengan menggunakan mobil. kami berangkat dari Cimahi sekitar pukul 21;00 WIB karena saat itu kami berangkat ketika liburan idul fitri yang otomatis jalur garut akan dipadati oleh para wisatawan ataupun warga yang ingin mudik ke kampung halamannya jadi kami berangkat malam untuk menghindari macet. Dari Cimahi saya dan keluarga menggunakan akses tol masuk dari gerbang tol baros kemudian kami keluar di gerbang tol moh toha untuk mengambil jalur alternatif yaitu jalan Cijapati, jalannya lumayan menanjak dan berkelok-kelok maka untuk yang mau kesana yang lewat jalan Cijapati berhati-hati apalagi bagi yang bawa mobil dan baru belajar saya sarankan untuk lewat jalur nagrek saja, untuk penerangan disana masih kurang masih ada jalan yang penerangannya tidak ada. setelah keluar dari cijapati dan masuk kedaerah garut ikuti jalan yang mau ke cikajang di sana sudah terdapat petunjuk jalan dan kita hanya ikuti saja petunjuk jalan itu.
    Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya kami sampai di pantai sekitar jam 2 pagi. perjalanan sangat lancar,kecepatan mobil juga tidak terlalu kencang hanya sekitar 40-60 an lah. di gerbang masuk kami di pinta uang tiket masuk RP.5000 perorang, kemudian untuk parkir mobil hanya RP.10000. Di sana sudah terdapat banyak penginapan dan juga kios-kios yang menjual makanan,pernak-pernik, baju dll.Untuk saat itu kami menyewa kamar dua dengan harga RP.800.000 harga yang lumayan mahal ketika itu karena sedang liburan idul fitri, untuk harga normal mungkin bisa lebih murah. bagi yang backpackeran saya lihat banyak yang menggelar tikar di dekat pantai untuk mereka tidur ada juga yang tidur di mobil bahkan ada yang membawa tenda untuk tempat istirahat mereka.
   Pagi-pagi sekitar jam 6 lebih saya pergi ke pantai bersama sodara saya, di pantai sudah banyak orang yang bermain, ada yang bermain air,pasir bermain bola dll. pantainya lumayan luas dan ombaknya lumayan besar saat itu. niatnya sih mau lihat sun rise tapi cuacanya mungkin tidak mendukung alhasil sun risenya tidak terlihat. 
   Setelah semua anggota keluarga saya mandi dan siap-siap , semua pergi kepantai. sebelum bermain di pantai kami semua sarapan dulu , disana banyak sekali pedagang makanan jadi tinggal pilih saja menu kesukaan kalian. 
   saat itu pengunjung pantai mungkin sangat banyak sehingga pantai terasa sesak oleh ribuan pengunjung. ketika kami sedang menunggu sodara yang lagi ke WC tiba-tiba ada yang menawarkan jasa penyebrangan ke pantai santolo. " ibu mending mainnya di pantai sana aja karena di sana ombaknya tidak terlalu besar seperti ini jadi aman untuk anak-anak dan juga di sana tidak sepanas di sini karena banyak pohon buat meneduh," kata si mang yang nawarin jasa buat nyebrang kesana, " hanya 2 ribu rupiah saja perorangnya ". tanpa berpikir lama kami pun akhirnya kesana menyebrang ke pantai santolo. 
  Dan ketika sampai kesana hanya bisa bilang subhanalloh wow amazing sekali pantainya , pasir yang bersih ,hamparan karang yang terlihat, ombak yang mengdebur tidak besar sangat indah pokonya perjalanan yang jauh dari cimahi tidak sia-sia dengan pemandangan yang seperti ini terbayar lunas dan puas hhehe 
untuk kalian yang mau kesana ini beberapa foto yang saya ambil disana mudah-mudahan bisa menjadi referensi buat yang masih ragu untuk kesana.

















   semoga liburan kalian menyenangkan dan jangan lupa "JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN DAN JAGA TEMAN ATAU KELUARGA KITA TETAP ADA DISAMPING KITA ".

Senin, 21 Juli 2014

puisi

sikapmu yang polos seperti kertas putih 
menenangkan hati dan jiwa saat ku terluka 
kau berusaha sekuat tenagamu untuk membuatku bahagia 
dan ku tau kau wanita yang paling setia 
senyummu sembunyikan semua luka hati mu 
air matamu perlahan keluar membasahi pipimu 
kau menangis dengan hati yang perih 
kau tak percaya aku meninggalkanmu dengan sejuta tanyaa 
kau bangkit dari rasa sakit 
lupakan masa lalumu yang begitu pahit 
kau pasti bahagia bersama diaa 
dia yang akan selalu bersamamu selamanya 
sekarang ku disini berdiri dalam kesendirian 
ku menunggu sosok sepertimu yang akan menemani masa depanku 
yang selalu mengajarkan ku arti kesetian, kejujuran , kesabaran, kepercayaan dan cinta yang tulus 
aku yakin suatu saat nanti kita berdua akan bahagia dalam cinta yang berbeda

Minggu, 05 Januari 2014

selamat tahun baru 2014

eh telat yah ngucapinnya udah tanggal 5 hhe biarin lah telat juga dari pada telat pake banget :)
tahun 2014 masih misteri buat ke depannya karena tahun ini usia ku mungkin kalo nyampe nanti yang ke 20 usianya mudah"an nyampe hhehe yah usia yang udah bukan anak kecil lagi dan harus mempersiapkan untuk nanti KKN dan PPL yah itu akan aku hadapi di tahun ini semoga lancar semua amien,
dan buat kalian yang masih sma atau smp yang mau ngadepin UN semoga lulus ( eh emang tahun ini masih sum yah UN hahaha ? ).
dan di tahun ini saya mulai merintis usaha kecil"an lah buat nambah" jajan semoga lancar dan target di setiap bulannya tercapai.
selamat tahun baruu yah semuanya , tahun baru semangat dan pacar baru tentunya hahahha


Sabtu, 28 September 2013

PUISI TENTANG CINTA

BAYANGAN HITAM        CIPT : HASAN MK



hanya bayangan semu yang terlihat samarsamar dan tak tau itu siapaa  
aku hanya bisa mencoba untuk memegang bahumu dari belakang tapi aku tak bisaa 
dan kau pun terus berjalan tanpa memperdulikan aku yang terus berusaha ingin tahu siapa kamu 

bayangannya semakin gelap dan kaupun semakin menjauh 
aku tidak tau apa yang harus kulakukan skrang 
berdiam diri seorang dan aku tak tau jejak kaki mu kemana.
semua gelap dan aku takut kehilangan mu

tuhan aku mohon kepadamu 
siapun dia aku takut dia pergi dan tak bisa kembali lagi
sekarang dia dimana ?
aku mendengar suara tertawa wanita dari kejauhan
ku dekati dan akhirnya aku menemukan KAMU 
iya KAMU aku menemukanmu sedang tertawa bahagia bersama pria yang memilikimu

contoh puisi

KUHARUS PERGI                cipt : hasan mk

air mata mengalir membasahi pipimu 
kau tak berhenti menangisi semua yang telah terjadi rasa sakit hati yang sangat pedih tuk dirasakan yang membuat mu terus begini
aku hapus air matanyaa dan aku peluk tubuh mungilnya itutak sepatah kata pun yang terucap hanya tangisanmu yang aku dengar kuberanikan diri tuk berbicara dan kubisikan ketelinganya dengan lembut"selamat tinggal sayang"kulepas perlahan pelukannya dan berjalan pergi tuk meninggalkannya.

maaf kau tak bahagia denganku
aku pergi hanya ingin melihatmu bahagia
walaupun perasaan ini yang aku korbankan untukmu
selamat tinggal dan akan ku simpan semua kenangan bersamamu.

maaf kau tak bahagia dengankuaku pergi hanya ingin melihatmu bahagia walaupun perasaan ini yang aku korbankan untukmu selamat tinggal dan akan ku simpan semua kenangan bersamamu.

Jumat, 27 September 2013

analisis novel DARI AVE MARIA KE JALAN LAIN KE ROMA

ANALISA NOVEL

diajukan sebagai salah satu tugas dari mata kuliah apresiasi dan kajian prosa pada Jurusan Pendidkan Bahasa Sastra  Indonesia dan Daerah STKIP SILIWANGI


Disusun Oleh :
Destiana Pratiwi      11210220



STKIP SILIWANGI BANDUNG
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH

2011

DARI AVE MARIA KE JALAN LAIN KE ROMA
Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik secara khusus dalam setiap judulnya
1. KOTA-HARMONI
          Unsur Intrinsik     :
·         Tema
          Gagasan, ide, atau pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra disebut tema. Atau gampangnya, tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita, sesuatu yang menjiwai cerita, atau sesuatu yang menjadi pokok masalah dalam cerita.
          Tema merupakan jiwa dari seluruh bagian cerita. Karena itu, tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita. Tema dalam banyak hal bersifat ”mengikat” kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa, konflik serta situasi tertentu, termasuk pula berbagai unsur intrinsik yang lain.
Tema ada yang dinyatakan secara eksplisit (disebutkan) dan ada pula yang dinyatakan secara implisit (tanpa disebutkan tetapi dipahami).

Jadi, tema dalam judul Kota-Harmoni adalah “Kekuasaan”
          hal yang menguatkan pada tema tersebut adalah saat percakapan antara seorang perempuan tua dengan seorang kondektur, dimana seorang kondektur dengan angkuhnya menegur perempuan tua untuk pindah dari tempat itu.
Dialog yang menunjukan tema kekuasaan :
          Seorang perempuan tua, bungkuk, dan kurus, bajunya berlubang seperti disengaja melubangkannya, seperti renda seperai, dimarahi kondektur, “Ini kelas satu, mengapa di sini. Ayo kebelakang. Kalau tidak, bayar lagi.”
          Lambat-lambat perempuan tua itu pergi ke kelas dua. Tiba di sana ia melihat dengan marah kepada kondektur dan katanya, ”Ah, berlagak betul. Sedikit saja dikasih Nippon kekuasaan sudah begitu. Sama orang tua berani. Tetapi coba kalau orang Nippon, membungkuk-bungkuk. Bah!”

·         Tokoh / Perwatakan
Tokoh adalah individu ciptaan/rekaan pengarang yang mengalami peristiwa-peristiwa atau lakuan dalam berbagai peristiwa cerita. Pada umumnya tokoh berwujud manusia, namun dapat pula berwujud binatang atau benda yang diinsankan.
Tokoh dapat dibedakan menjadi dua yaitu tokoh sentral dan tokoh bawahan. Tokoh sentral adalah tokoh yang banyak mengalami peristiwa dalam cerita.
Tokoh sentral dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.     Tokoh sentral protagonis, yaitu tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai positif.
2.    Tokoh sentral antagonis, yaitu tokoh yang membawakan perwatakan yang bertentangan dengan protagonis atau menyampaikan nilai-nilai negatif.

Jadi tokoh dan perwatakan dalam cerita ini :
Ø  Perempuan muda, Belanda Indo        = Angkuh, Sombong.
“Siapa lagi yang membawa terasi ke atas trem. Tidak tahu aturan, ini kan kelas satu.” dia berkata kepada salah satu penumpang di dalam trem itu
Ø  Perempuan tua, bungkuk, kurus       = Sederhana dan Merana.
Terlihat saat perempuan tua ini bersitegang dengan seorang kondektur yang mengusir perempuan tua ini untuk pindah  kelas, karena tidak sanggup membayar biaya menaiki trem.
Ø  Kondektur 1      = Angkuh dan Semena-mena.
Terlihat saat kondektur 1 mengusir perempuan tua yang tidak sanggup membayar biaya trem dengan semena-mena tanpa belas kasihan.
Ø  Kondektur 2      = Pemarah
Terlihat saat kondektur 2 yang berkomentar saat melihat kondektur 1 yang mengusir perempuan tua untuk  pindah kelas 2 karena tidak cukup untuk membayar biaya menaiki trem.
Ø  Seorang anak muda     = jujur
Terlihat saat ia mengutarakan ketidaksukaanya terhadap perlakuan orang Nippon yang semena-mena di dalam trem yang penuh sesak
dialog      : “Orang kelas satu dan orang kelas dua disamakannya saja, seperti binatang saja diperlakukannya.”
Ø  Orang Nippon             = Semena-mena dan tidak tahu aturan.
Terlihat saat 3 orang Nippon yang sengaja memberhentikan trem yang sedang berjalan dengan tanpa aturan dan menaiki term tersebut dengan senyum kemenangan.
Ø  Orang kenpentai         = Adil
Terlihat saat ia marah kepada seorang Nippon yang menaiki jendela trem, yang memang sudah jelas marah kepada orang yang salah. Bukan seperti orang lain yang memandang sebuah kekuasaan untuk memarahi orang yang salah.
·         Alur / plot
Alur adalah urutan atau rangkaian peristiwa dalam cerita. Alur dapat disusun berdasarkan tiga hal, yaitu:
1.     Berdasarkan urutan waktu terjadinya (kronologi). Alur yang demikian disebut alur linear.
2.    Berdasarkan hubungan sebab akibat (kausal). Alur yang demikian disebut alur kausal.
3.    Berdasarkan tema cerita. Alur yang demikian disebut alur tematik. Dalam cerita yang beralur tematik, setiap peristiwa seolah-olah berdiri sendiri. Kalau salah satu episode dihilangkan cerita tersebut masih dapat dipahami.

Jadi menurut pengertian diatas alur cerita dalam cerita ini mengandung Alur Tematik, karena cerita ini hanya membahas kerusuhan di dalam trem saja. Maka dari itu 1 episode dihilangkan masih bisa berdiri sendiri dan tidak mengubah cerita.

~ Alur cerita ini adalah alur maju, karena sepanjang cerita mengisahkan kejadian selam di sebuah trem.
~ Plot nya saat dimana orang Indonesia bertengkar dengan seorang Nippon yang menaiki jendela trem dan terlibat adu mulut. Dan orang Kenpentai membela orang Indonesia karena memang orang Indonesia benar untuk memarahi orang Nippon tersebut.

·         Latar / Setting
Latar adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, suasana, dan situasi terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar dapat dibedakan ke dalam tiga unsur pokok:
a. Latar tempat, mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi.
b. Latar waktu, berhubungan dengan masalah ‘kapan’ terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi.
c. Latar sosial, mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Latar sosial bisa mencakup kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap, serta status sosial.
Jadi dalam cerita ini :
~ Latar tempatnya berada di dalam sebuah Trem.
~ Latar Waktunya adalah Sepanjang hari mulai dari pagi hingga malam, karena   menceritakan kejadian di dalam sebuah trem selama dalam perjalanan setiap orangnya.
~ Latar Sosialnya adalah status sosial di dalam sebuah kekuasaan antara orang Nippon dan orang Indonesia di suatu perjalanan dalam sebuah trem.
·         Amanat
Amanat adalah ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya. Sebagaimana tema, amanat dapat disampaikan secara implisit yaitu dengan cara memberikan ajaran moral atau pesan dalam tingkah laku atau peristiwa yang terjadi pada tokoh menjelang cerita berakhir, dan dapat pula disampaikan secara eksplisit yaitu dengan penyampaian seruan, saran, peringatan, nasehat, anjuran, atau larangan yang
berhubungan dengan gagasan utama cerita.
Amanat dalam cerita ini adalah:
Bahwa setiap orang memiliki kekuasaan tersendiri, dan sebaiknya kekuasaan itu digunakan dan ditempatkan pada hal yang benar dan seadil-adilnya.
·         Sudut Pandang
Sudut pandang adalah cara memandang dan menghadirkan tokoh-tokoh cerita dengan menempatkan dirinya pada posisi tertentu. Dalam hal ini, ada dua macam sudut pandang yang bisa dipakai:
a. Sudut pandang orang pertama (first person point of view)
Dalam pengisahan cerita yang mempergunakan sudut pandang orang pertama, ‘aku’, narator adalah seseorang yang ikut terlibat dalam cerita. Ia adalah si ‘aku’ tokoh yang berkisah, mengisahkan kesadaran dirinya sendiri, mengisahkan peristiwa atau tindakan, yang diketahui, dilihat, didengar, dialami dan dirasakan, serta sikapnya terhadap orang (tokoh) lain kepada pembaca. Jadi, pembaca hanya dapat melihat dan merasakan secara terbatas seperti yang dilihat dan dirasakan tokoh si ‘aku’ tersebut.
Sudut pandang orang pertama masih bisa dibedakan menjadi dua:
1.     ‘Aku’ tokoh utama. Dalam sudut pandang teknik ini, si ‘aku’ mengisahkan berbagai peristiwa dan tingkah laku yang dialaminya, baik yang bersifat batiniyah, dalam diri sendiri, maupun fisik, dan hubungannya dengan sesuatu yang di luar dirinya. Si ‘aku’ menjadi fokus pusat kesadaran, pusat cerita. Segala sesuatu yang di luar diri si ‘aku’, peristiwa, tindakan, dan orang, diceritakan hanya jika berhubungan dengan dirinya, di samping memiliki kebebasan untuk memilih masalah-masalah yang akan diceritakan. Dalam cerita yang demikian, si ‘aku’ menjadi tokoh utama (first person central).
2.    ‘Aku’ tokoh tambahan. Dalam sudut pandang ini, tokoh ‘aku’ muncul bukan sebagai tokoh utama, melainkan sebagai tokoh tambahan (first pesonal peripheral). Tokoh ‘aku’ hadir untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan itu kemudian ”dibiarkan” untuk mengisahkan sendiri berbagai pengalamannya. Tokoh cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang kemudian menjadi tokoh utama, sebab dialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, tindakan, dan berhubungan dengan tokoh-tokoh lain. Setelah cerita tokoh utama habis, si ‘aku’ tambahan tampil kembali, dan dialah kini yang berkisah. Dengan demikian si ‘aku’ hanya tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya cerita yang ditokohi oleh orang lain. Si ‘aku’ pada umumnya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita.
b. Sudut pandang orang ketiga (third person point of view)
Dalam cerita yang menpergunakan sudut pandang orang ketiga, ‘dia’, narator adalah seorang yang berada di luar cerita, yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama, atau kata gantinya: ia, dia, mereka. Nama-nama tokoh cerita, khususnya yang utama, kerap atau terus menerus disebut, dan sebagai variasi dipergunakan kata ganti.

Dan sudut pandang yang ada dalam cerita ini adalah sudut pandang orang ketiga, karena pengarangnya tidak terlibat di dalam cerita, dan pengarangnya hanya menceritakan kisah orang lain.
·         Gaya Bahasa
          Gaya bahasa adalah teknik pengolahan bahasa oleh pengarang dalam upaya menghasilkan karya sastra yang hidup dan indah. Pengolahan bahasa harus didukung oleh diksi (pemilihan kata) yang tepat. Namun, diksi bukanlah satu-satunya hal yang membentuk gaya bahasa.
          Gaya bahasa merupakan cara pengungkapan yang khas bagi setiap pengarang. Gaya seorang pengarang tidak akan sama apabila dibandingkan dengan gaya pengarang lainnya, karena pengarang tertentu selalu menyajikan hal-hal yang berhubungan erat dengan selera pribadinya dan kepekaannya terhadap segala sesuatu yang ada di sekitamya.
          Gaya bahasa dapat menciptakan suasana yang berbeda-beda: berterus terang, satiris, simpatik, menjengkelkan, emosional, dan sebagainya. Bahasa dapat menciptakan suasana yang tepat bagi adegan seram, adegan cinta, adegan peperangan dan lain-lain.

Dan gaya bahasa dalam cerita ini menggunakan gaya bahasa Indonesia yang baku, bahkan didalam cerita ini mengandung sebagian istilah dalam bahasa Jepang atau bahasa yang jarang terdengar pada zaman sekarang.

Unsur Ekstrinsik   :
unsur ekstrinsik dalam novel | Unsur Ekstrinsik novel adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra (novel), tetapi secara tidak langsung mempengaruhi sistem organisme karya sastra. Secara lebih spesifik, unsur ekstrinsik sebuah novel bisa dibilang sebagai unsur yang membangun sebuah novel. Oleh karena itu, unsur ekstrinsik novel tetap harus diperhatikan sebagai sesuatu yang penting.

Q      Biografi
Abdullah Idrus 
(lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 – meninggal diPadang, Sumatera Barat, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawanIndonesia. Ia menikah dengan Ratna Suri pada tahun 1946. Mereka dikaruniai enam orang anak, empat putra dan dua putri, yaitu Prof. Dr. Ir. Nirwan Idrus, Slamet Riyadi Idrus, Rizal Idrus, Damayanti Idrus, Lanita Idrus, dan Taufik Idrus.
Q      Sosial
Sosial nya adalah menceritakan tentang kehidupan status sosial yang terjadi zaman dahulu yang berpokok pada kekuasaan seorang Nippon dan rakyat yang tidak berdaya di dalam sebuah perjalanan trem.
Q      Politik
Politiknya zaman dahulu, bahwa Nippon lah yang berkuasa, tidak ada yang berani melanggar seorang Nippon, terkecuali orang yang ingin dicemooh di depan banyak orang atau mungkin lebih parah dari itu.
Q      Ekonomi
Ekonomi yang terjadi saat itu adalah sangat rendah, terbukti saat perempuan tua yang di usir dari kelas 1 karena tidak mampu membayar lebih untuk berada dikelas 1 yang lebih nyaman. Dan ekonomi untuk orang Nippon dan sebangsanya sangat makmur sehingga mereka menggunakan kekuasaan uang untuk bertingkah semena-mena.
Q      Budaya
Budaya di dalam cerita ini adalah budaya Nippon atau budaya orang jepang, yang dahulu sebagai penjajah yang bertindak semena-mena terhadap bangsa Indonesia.

2. JAWA BARU

Unsur Intrinsik
v  Tema
Tema yang dianut dalam cerita ini adalah mengenai” KEHIDUPAN SUSAH “.
Ini berdasarkan atas semua inti dari cerita ini yang semua menceritakan tentang kehidupan susah pada zamannya.
Cuplikan cerita yang menandai tema tersebut :
Pada halaman 86, paragraf ke 3 :
  Surat-surat kabar penuh dengan kabar perang, tetapi surat-surat kabar itu kosong dengan pekabaran seperti diatas. Seperti kejadian di atas itu tidak terjadi di kota Jakarta dan tempat lain. Jurnali-jurnalis setiap hari disuruh kemana-mana untuk melihat keadaan di sekeliling kota, tetapi yang ditulisnya hanya tentang kemakmuran bersama.
v  Tokoh / perwatakan
Ø  Anak muda yang telanjang sebenar-benarnya      = Merana, orang gila.
Terlihat dari cerita saat ia setiap harinya yang dengan telanjang sebenar-benarnya dan selalu duduk dibawah pohon saat hari terang, ia hanya menutupi sebagian badannya menggunakan kedua telapak tangannya, ia hanya berani beranjak ke jalan saat hari gelap dan ia menuju kali untuk melihat barangkali ada bangkai ayam atau bangkai orang hanyut untuk dimakannya, karena ia kelaparan.
Ø  Perempuan-perempuan Jalang         = Pekerja keras
Terlihat saat mereka semua menjual diri kepada orang-orang diluar demi untuk membeli beras buat sanak saudaranya, hingga akhirnya mereka mati dengan sendirinya karena bunga mereka sudah layu, dan tidak dihinggapi kumbang lagi.
Ø  Orang-orang Jawa Hokokai             = Acuh, tidak peduli kesusahan rakyat
Terlihat saat mereka mengadakan rapat, dan tidak isa menjawab pertanyaan dari orang Nippon, yang mengemukakan kesusahan rakyatnya, dan mereka tidak bisa membuat jawaban pasti atas pertanyaan yang di ajukan.
v  Alur / plot
Alur yang demikian disebut alur kausal. Berdasarkan hubungan sebab akibat (kausal).
Karena alur ini menceritakan rakyat kecil yang sengsara akibat tingkah dari Jawa Hokokai yang kurang peka dan kurang peduli terhadap rakyatnya. Terutama pemerintah zaman itu yang selalu mengangkat berita baik disurat kabar maksud menutupi dan tidak pernah mau mengangkat cerita kesengsaraan rakyat.
Sehingga alur ini Maju, karena menceritakan kehidupan yang terjadi hingga saat ini.
plot                                       :
Tertulis pada halaman 87, paragraf 6
          Kehidupan susah, dimana-mana orang-orang mengeluh, tetapi tidak ada seorang pun yang berani membuka mulut. Seorang utusan pemerintah baru kembali dari perjalanannya dari seluruh Jawa dan telah mengirimkan laporannya kepada pemerintah. Malamnya diumumkan di radio, bahwa sungguhpun rakyat hidup susah, mereka tidak mengeluh, menanggungkan segala-galanya dengan sabar, tanda bakti yang keluar dari hati suci. Pada penghabisannya dikatakan pula, bahwa pemerintah Nippon terharu  sekali dengan ketulusan seluruh rakyat Pulau Jawa.
v  Latar / Setting
~ Latar tempat : Jakarta, Surabaya, Plered, dan di seluruh Pulau Jawa.
  Tergambarkan saat akhir cerita yaitu. Kehidupan susah terjadi di Jakarta, Surabaya, Plered, dan di seluruh Pulau Jawa. Semua orang menengadahkan tangan ke langit, meminta rezeki dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
~ Latar Waktu : Sepanjang hari mulai dari pagi hingga malam hari dan terjadi pada zaman dahulu hingga zaman sekarang pun masih terjadi seperti itu.
~ Latar Sosial : Kehidupan sosial yang terjadi oleh status yang di atas sehingga membuat kurang peduli dengan rakyat yang dibawahnya.         
v  Amanat
Amanat yang disampaikan dari cerita tersebut adalah Jika kita menjadi orang yang mempunyai rezeki lebih atau status sosial yang lebih tinggi, kita harus mengingat kepada rakyat yang dibawah yang lebih membutuhkan uluran tangan dari kita.
v  Sudut Pandang
            Sudut pandang orang ketiga (third person point of view)
Dalam cerita yang menpergunakan sudut pandang orang ketiga, ‘dia’, narator adalah seorang yang berada di luar cerita, yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama, atau kata gantinya: ia, dia, mereka. Nama-nama tokoh cerita, khususnya yang utama, kerap atau terus menerus disebut, dan sebagai variasi dipergunakan kata ganti.
v  Gaya Bahasa
Gaya Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia zaman sekarang, karena bahasanya lebih mudah dimengerti walaupun menceritakan kejadian zaman dahulu dan itu berlaku hingga zaman sekarang masih sama.

Unsur Ekstrinsik

v  Biografi Pengarang
Abdullah Idrus 
(lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 – meninggal diPadang, Sumatera Barat, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawanIndonesia. Ia menikah dengan Ratna Suri pada tahun 1946. Mereka dikaruniai enam orang anak, empat putra dan dua putri, yaitu Prof. Dr. Ir. Nirwan Idrus, Slamet Riyadi Idrus, Rizal Idrus, Damayanti Idrus, Lanita Idrus, dan Taufik Idrus.
v  Sosial
Sosialnya dari cerita ini adalah dimana kehidupan susah telah terjadi dari zaman dahulu hingga saat ini, karena orang yang memiliki kekuasaan lebih acuh kepada rakyat kecilnya. Sehingga banyak rakyatnya yang mati karena kelaparan.
v  Politik
Politiknya bahwa pemerintah lebih mengutamakan kepentingannya sendiri dengan komunitasnya. Sehingga rakyat kecil diabaikan.
v  Ekonomi
Ekonomi yang terjadi di atas ketidakmerataan hak rakyat kecil, yang lebih di utamakan rakyat besar terlebih dahulu. Terbukti saat rapat musyawarah kedua Jawa Hokokai yang berucap bahwa pertanyaan terdahulu saat rapat pertama bukanlah hal penting untuk dijawab.
v  Budaya
Budaya yang terjadi zaman itu liar, setiap orang tidak peduli dengan profesi apa yang dilakukannya, mereka hanya memikirkan perut mereka terisi, walaupun resiko pekerjaan mereka besar.

3. PASAR MALAM ZAMAN JEPANG
Unsur Intrinsik
ü  Tema
Tema dalam cerita ini adalah “ PASAR MALAM”.
Tema itu diambil dari semua kegiatan yang dilakukan ada di dalam sebuah pasar malam. Mulai dari kegiatan perjudian hingga perdebatan antara orang-orang yang berada di pasar malam pada zaman jepang.
ü  Tokoh/ Perwatakan
Ø  Amin, bajunya bersetrika, jadi bagus, berdasi, dan bersepatu, seperti anggota Chuo Sangiin    = Suka Mengejek, Sombong.
Terlihat saat ia berkata mengejek temannya:
“Apa gunanya berdesak. Beli saja yang diluar ini.”
“Memang, di luar dua kali lipat, tetapi apa peduli kita. Apa artinya uang sekarang ini.”
Ø  Ti istri dari seorang Indonesia       = suka meremehkan dan kasar bicaranya
terlihat di satu dialognya bersama suami nya:
“Kang, ini tolol betul. Bagor kan bukan Karat.”
Ø  Orang Indonesia, yang kurus = suka berjudi
Terlihat saat ia serius mengikutu permainan itu yang terus menerus tanpa henti, hingga akhirnya ia sadar bahwa dia kehabisan uang saat merogoh kantong sakunya. hingga akhirnya dia kalah, dan keesokan harinya terdengar bahwa ia sudah mati.
ü  Alur / Plot
Maka cerita ini mengandung alur linear, karena Berdasarkan urutan waktu terjadinya (kronologi). Atau alur mundur karena menceritakan kejadian di masa lalu.

Plot         :
     Saat orang Indonesia mengalami kekalahan saat bermain rolet, sehinnga ia rela satu persatu menjual pakaian nya ,hingga pakain dalamnya. Tetapi tetap saja ia mengalami kekalahan.
ü  Latar / Setting
Latar Tempat : Berada di Pasar Malam
 karena keseluruhan cerita ini mengusung tema di Pasar Malam.
Latar Waktu  : Malam hari saat pada zaman Jepang.
Latar Sosial   : Semu bergabung tidak melihat status sosial, karena yang mereka lakukan disana hanya melakukan permainan di Pasar Malam.
ü  Amanat
Jangan mudah putus asa hanya karena sebuah permainan, dan jangan mudah mengeluarkan apa yang kita punya hanya demi hal yang tidak berguna.
ü  Sudut Pandang
Sudut pandang adalah cara memandang dan menghadirkan tokoh-tokoh cerita dengan menempatkan dirinya pada posisi tertentu. Dalam hal ini, ada dua macam sudut pandang yang bisa dipakai:
a. Sudut pandang orang pertama (first person point of view)
Dalam pengisahan cerita yang mempergunakan sudut pandang orang pertama, ‘aku’, narator adalah seseorang yang ikut terlibat dalam cerita. Ia adalah si ‘aku’ tokoh yang berkisah, mengisahkan kesadaran dirinya sendiri, mengisahkan peristiwa atau tindakan, yang diketahui, dilihat, didengar, dialami dan dirasakan, serta sikapnya terhadap orang (tokoh) lain kepada pembaca. Jadi, pembaca hanya dapat melihat dan merasakan secara terbatas seperti yang dilihat dan dirasakan tokoh si ‘aku’ tersebut.
Sudut pandang orang pertama masih bisa dibedakan menjadi dua:
1‘  Aku’ tokoh utama. Dalam sudut pandang teknik ini, si ‘aku’ mengisahkan berbagai peristiwa dan tingkah laku yang dialaminya, baik yang bersifat batiniyah, dalam diri sendiri, maupun fisik, dan hubungannya dengan sesuatu yang di luar dirinya. Si ‘aku’ menjadi fokus pusat kesadaran, pusat cerita. Segala sesuatu yang di luar diri si ‘aku’, peristiwa, tindakan, dan orang, diceritakan hanya jika berhubungan dengan dirinya, di samping memiliki kebebasan untuk memilih masalah-masalah yang akan diceritakan. Dalam cerita yang demikian, si ‘aku’ menjadi tokoh utama (first person central).
2‘ Aku’ tokoh tambahan. Dalam sudut pandang ini, tokoh ‘aku’ muncul bukan sebagai tokoh utama, melainkan sebagai tokoh tambahan (first pesonal peripheral). Tokoh ‘aku’ hadir untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan itu kemudian ”dibiarkan” untuk mengisahkan sendiri berbagai pengalamannya. Tokoh cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang kemudian menjadi tokoh utama, sebab dialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, tindakan, dan berhubungan dengan tokoh-tokoh lain. Setelah cerita tokoh utama habis, si ‘aku’ tambahan tampil kembali, dan dialah kini yang berkisah. Dengan demikian si ‘aku’ hanya tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya cerita yang ditokohi oleh orang lain. Si ‘aku’ pada umumnya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita.
b. Sudut pandang orang ketiga (third person point of view)
Dalam cerita yang menpergunakan sudut pandang orang ketiga, ‘dia’, narator adalah seorang yang berada di luar cerita, yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama, atau kata gantinya: ia, dia, mereka. Nama-nama tokoh cerita, khususnya yang utama, kerap atau terus menerus disebut, dan sebagai variasi dipergunakan kata ganti.
Maka cerita ini adalah menggunakan sudut pandang orang ketiga, karena dalam cerita ini pengarang menceritakan kisah orang lain pada masanya, yaitu masa jepang.
ü  Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan dalam cerita ini adalah Bahasa Indonesia yang baku, dan di dalamnya banyak menggunakan bahasa sastra, lebih puitis. Kurang dimengerti sedikit bahasa yang digunakan, karena menceritakan pada masa lalu.

Unsur Ekstrinsik
ü  Biografi Pengarang
Abdullah Idrus 
(lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 – meninggal diPadang, Sumatera Barat, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawanIndonesia. Ia menikah dengan Ratna Suri pada tahun 1946. Mereka dikaruniai enam orang anak, empat putra dan dua putri, yaitu Prof. Dr. Ir. Nirwan Idrus, Slamet Riyadi Idrus, Rizal Idrus, Damayanti Idrus, Lanita Idrus, dan Taufik Idrus.
ü  Sosial
Dengan adanya kegiatan di pasar malam, membuat pada zaman dahulu membuat semua orang saling berinteraksi di dalamnya tanpa memandang status sosial, karena mereka di dalamnya hanya melakukan hal kesenangan mereka, bermain dengan apa yang mereka sukai.
ü  Politik
Unsur politik yang terlihat di dalam cerita tersebut adalah ketika seorang lelaki tua yang terus berusaha ingin memenangkan permainan rolet. Dia berusaha hingga menjual semua yang ia pakai pada saat itu untuk mendapatkan kemenangan terhadap lawannya.
ü  Ekonomi
Kehidupan ekonomi yang terjadi pada saat cerita ini dibuat adalah ekonomi nya sangat rendah.
Terlihat saat seorang yang kalah dalam bermain sampai menjual pakaian dalam dia untuk mendapatkan se Sen uang agar permainannya berlanjut.
ü  Budaya
Kebudayaan yang tergambarkan dalam cerita ini adalah sebuah persaingan dalam sebuah permainan. Jadi budaya saat itu adalah harus berusaha dengan sekuat tenaga bila ingin menjadi pemenang yang terhormat pada masa Jepang.

4. SANYO
Unsur Intrinsik
ÿ Tema
Tema yang tersirat dalam cerita ini adalah “ Penasaran ”
Tema tersebut terlihat saat di dalam cerita mereka melakukan sebuah percakapan yang pada awalnya mereka bersaing dalam menjualkan makanan. Pada akhirnya salah satu pedagang itu terucap kata yang membuat mereka tidak mengerti apa arti dari kata yang di ucapkan tadi, dan terus bertanya arti kata itu kepada setiap pembeli.
ÿ Tokoh / Perwatakan
Ø  Kadir      = Penjual kacang rebus, sifat yang tidak sabar dan sombong.
Terlihat saat ia berjualan kacang dan semua pengunjung tidak ada yang menghampiri barang dagangan dia, dan lebih memilih untuk membeli es krim. Ia pun bergerutu sendiri melihat kantong sakunya yang masih kosong.
Ø  Seorang tukang es lilin                   = Sopan
Terlihat saat ia menghampiri Kadir dengan sopan memohon untuk memberi kacang dengan harga yang sangat murah, karena ia merasa kelaparan dan hanya memakan es krim dagangannya.
Ø  Seorang lelaki tua       = Galak dan kasar
Terlihat saat seorang lelaki tua ini memarahi penjual es krim dengan bahasa kasar karena yang ia mau kacang dengan harga 3 sen, bukan es krim yang diberinya tadi oleh penjual es krim yang sedang bercakap dengan Kadir.
Ø  Seorang lelaki   = Mata- mata Nippon , tegas dan galak
Terlihat saat Kadir bertanya pada pria ini tentang arti kata “ SANYO “ yang ternyata itu adalah kata penghinaan untuk Nippon, sehingga Kadir langsung diseret ke kantor polisi.
ÿ  Alur / Plot
Maka cerita ini mengandung alur Kausal, karena Berdasarkan hubungan sebab akibat. Dimana karena keingintahuan Kadir tentang arti kata Sanyo itu, akibatnya Kadir dibawa ke kantor polisi karena ia bertanya pada mata-mata Nippon. Alur nya maju.

Plot dari cerita ini ketika :
Ketika Kadir terus berusaha bertanya kepada setiap pembeli kacangnya tentang arti dari kata SANYO, hingga suatu saat ia tidak mengetahui bahwa orang yang ia Tanya adalah mata-mata dari Nippon, seketika orang itu marah karena arti kata itu berate sebuah pengejekkan untuk Dai Nippon.
ÿ Latar / Setting
~ Latar Tempat    : Dibawah Radio Umum
 Disinilah tempat Kadir berjualan kacang yang masih saja tidak dihampiri oleh pengunjung, dan merupakan tempat penjual es krim untuk menjual es krim nya.
~ Latar Waktu     :Siang hari
  Pada waktu ini yang membuat Kadir bergerutu karena hingga panasnya cuaca belum ada satu pun yang membeli kacang yang diual oleh Kadir, sehingga membuat ia kesal kepada penjual es krim.
~ Latar Sosial       : Saling memberi
  Tergambarkan jelas saat kadir memberi sedikit barang jualannya walaupun dengan harga yang sangat murah kepada enjual es krim dan lelaki tua yang memaksa membeli dengan haraga yang sangat rendah.
ÿ Amanat
Amanat yang disampaikan dalam sebuah cerita ini adalah, jangan mengucapkan hal apapun yang tidak pernah kita mengerti apa arti dari hal tersebut. Karena isa saja hal itu adalah hal yang paling tidak aik untuk di ucapkan. Dan biarlah kita mencari tahu sendiri tentang apa yang tidak kita ketahui.
ÿ Sudut Pandang
Sudut pandang dari cerita di atas adalah sudut pandang orang ketiga, karena pengarangnya tidak masuk kedalam cerita dan hanya menceritakan kisah orang lain.
ÿ Gaya Bahasa
Sangat menarik gaya bahasa yang digunakan dalam cerita ini, karena walaupun menceritakan pada zamannya tapi bahasa yang disampaikan menggunakan Bahasa Indonesia yang mudah dimengerti untuk isi ceritanya.

Unsur Ekstrinsik
ÿ Biografi Pengarang
Abdullah Idrus 
(lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 – meninggal diPadang, Sumatera Barat, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawanIndonesia. Ia menikah dengan Ratna Suri pada tahun 1946. Mereka dikaruniai enam orang anak, empat putra dan dua putri, yaitu Prof. Dr. Ir. Nirwan Idrus, Slamet Riyadi Idrus, Rizal Idrus, Damayanti Idrus, Lanita Idrus, dan Taufik Idrus.
ÿ Sosial
Sosial yang tersirat dalam cerita ini adalah kehidupan saling berbagi antara satu dengan yang lainnya, walaupun dirinya sendiri pun mengalami kekurangan dalam kehidupannya.
ÿ Politik
Politik yang tersirat adalah ketika satu kesalahan yang karena rasa pensaran sendiri ternyata bisa membuat dirinya dibawa ke kantor polisi hanya karena pertanyaan yang salah ditujukan kepada orang lain.
ÿ Ekonomi
Kehidupan ekonomi dalam cerita ini adalah kehidupan berdagang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, dan bersaing untuk mendapatkan rezekinya masing-masing.
ÿ Budaya
Budaya yang tergambarkan adalah budaya hukum, dimana diceritakan saat Kadir yang salah bertanya karena rasa penasarannya sendiri mendapat akibat membuat dia dibawa ke kantor polisi oleh mata-mata Nippon.

5. Fujinkai
Unsur Intrinsik
C  Tema
Tema yang tersirat dalam cerita ini adalah “ RAPAT “
Tema ini terlihat karena di dalam nya menceritakan tentang sebuah rapat fujinkai, dimana pemimpin atas mengutus rapat ini untuk menyampaikan apa yang seharusnya dilakukan oleh anggotanya.
C  Tokoh / Perwatakan
Ø  Nyonya Sastra  = Disiplin, Sombong, dan Sabar
Tersirat dari cerita Nyonya Sastra yang mematuhi perintah atasannya untuk mengadakan rapat bersama anggotanya, membahas tentang pungutan untuk membuat kue.
Ø  Nyonya Waluyo  = Tidak sabaran dan suka mengejek
Terlihat saat Nyonya Waluyo yang langsung mengundurkan diri mengikuti rapat yang terlalu lama, dan ia keluar sambil mengejek Nonya Waluyo yang membawakan rapat dengan bertele-tele.
Ø  Nyonya Salim    = Kekurangan ekonomi
Tergambarkan dalam cerita saat Nyonya Salim mengundurkan diri sebagai anggota Fujinkai karena permintaan Nyonya salim untuk memberi beras seperlima liter setiap harinya, ia merasa itu terlalu berat, karena kondisi ekonomi keluarganya.
Ø  Nyonya Joko     = Simpatik
Terlihat saat ia menceritakan anaknya yang bekerja keras setiap hari dan mesti harus ditambah menanggung karena putusan rapat Fujinkai.
Ø  Nyonya Surya    = Sombong
Terlihat saat ia menceritakan anaknya dengan sombongnya saat anaknya pulang dan membawa segala hasil dari pekerjaannya.
C  Alur / Plot
Cerita ini Berdasarkan urutan waktu terjadinya (kronologi). Alur yang demikian disebut alur linear.
~ Plot
  Plot cerita ini saat semua anggotanya mulai merasa jenuh terhadap rapat yang disampaikan oleh Nyonya Sastra, dan mulai satu persatu anggotanya pulang karena rapat itu terlalu lama.
C  Latar / Setting
~ Latar Tempat    : Fujinkai Kampung A
 Disinilah rapat Fujinkai dilaksanakan, karena sepanjang ceritanya hanya membahas tentang isi rapat.
~ Latar Waktu     : Sepanjang hari mulai dari pagi sampai acara rapat tersebut selesai pada waktunya. Karena rapat ini terlalu lama, jadi menghabiskan waktu yang lama, sehingga anggotanya mengalami kejenuhan didalam rapat tersebut.
~ Latar Sosial       : Rapat Musyawarah
Karena rapat ini diadakan untuk memusyawarahkan pesan dari atasan Nyonya Sastra yang mendapat pesan dari surat-surat kabar pada yang akhir-akhir ini.
C  Amanat
Amanat yang disampaikan di cerita ini adalah, kita harus memusyawarahkan hal penting untuk mendapatkan putusan yang musyawarah. Dan jangan menilai orang dari apa yang kita lihat, tapi kita pun harus belajar mendengarkan apa yang diutarakan seseorang itu.
C  Sudut Pandang
Sudut Pandang yang terjadi di dalam cerita ini adalah sudut pandang orang ketiga, karena pengarangnya memang tidak ikut di dalam cerita, ia hannya menceritakan orang lain sebagai tokohnya.

Unsur Ekstrinsik
C  Biografi Pengarang
Abdullah Idrus 
(lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 – meninggal diPadang, Sumatera Barat, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawanIndonesia. Ia menikah dengan Ratna Suri pada tahun 1946. Mereka dikaruniai enam orang anak, empat putra dan dua putri, yaitu Prof. Dr. Ir. Nirwan Idrus, Slamet Riyadi Idrus, Rizal Idrus, Damayanti Idrus, Lanita Idrus, dan Taufik Idrus.
C  Sosial
Sosial di cerita ini adalah ketika memusyawarahkan suatu masalah, walaupun di dalamnya terjadi sedikit perdebatan.
C  Politik
Politiknya dalam cerita ini adalah ketika Bangsa Indonesia diwajibkan mematuhi untuk memberi seagian beras setiap harinya. Dan member sesuatu untuk mengucapkan terima kasih kepada yang sudah berjuang.
C  Ekonomi
Ekonomi yang terjadi pada saat itu adalah, kekurangan bahan pokok, karena setiap keluaraga diminta untuk member seperlima liter beras setiap harinya, dan itu sedikit membebani rakyat yang kurang mampu.
C  Budaya
Kebudayaan yang terjadi di dalam cerita saat itu adalah ketika kita harus menuruti apa yang mereka minta, dan kita harus memberikan sesuatu untuk ucapan terima kasih.

6. OH……OH……OH!
Unsur Intrinsik
J  Tema
Tema di dalam cerita ini adalah “ Perjalanan “
Tema itu berdasarkan atas sepanjang cerita yang menceritakan kisah di dalam perjalanan sebuah kereta api, mulai dari diskriminasi untuk mendapatkan tiket, hingga keributan dengan pasukan Keibodan.
J   Tokoh / Perwatakan
Ø  Anak Muda, kurus       = Tokoh lataran.
Tokoh lataran adalah tokoh yang menjadi bagian atau berfungsi sebagai latar cerita saja.
Ø   Tukang karcis            = Antagonis
Terlihat saat ia mendiskriminasi dalam member karcis. Ia marah terhadap pembeli karcis yang sudah menuggu lama hanya karena tukang karcis yang tidak juga memberikan karcis itu.
Ø  Orang Tionghoa          = Sombong
Terlihat saat ia membanggakan bahwa ia mendapat karcis dengan kelas dua, yang berarti itu hanya untuk kelas Nippon.
Ø  Orang Arab                = Protagonis
Terlihat saat ia sedang bertanya kepada anak muda yang hanya memiliki kaki 1, dan terlihat saat ia berucap “ Astagfirullah “ terhadap orang Indonesia yang berkata kasar.
Ø  Polisi                = Licik
Terlihat saat ia , mencoba membantu anak perempuan membawa sebagian beras, yang ternyata itu hanya sebuah trik Polisi yang juga untuk mendapatkan beras secara cuma-Cuma, tanpa berbuat kekerasan seperti pasukan Keibodan.
J  Alur / Plot
        Jadi alur dari cerita ini termasuk dalam alur linear, dan alur mundur. Karena menceritakan tentang kejadian masa lalu pada zamannya.
       Plot dari cerita ini saat pasukan Keibodan yang berusaha memberhentikan perjalanan hanya untuk mengambil beras bawaan penumpang, dan Polisi datang membuat malu pasukan Keibodan dengan hanya menjawab pertanyaan pemilik beras tersebut. Dan yang ternyata Polisi itu pun melakukan hal yang sama terhadap anak perempuan yang sedang membawa beras, dengan cara menipu anak perempuan itu dengan modus membawakan sebagian beras di pundaknya.
J  Latar / Setting
~ Latar tempat     : Sukabumi, perjalanan di dalam sebuah kereta.
Karena sepanjang perjalanan dari cerita ini hanya menceritakan di dalam sebuah kereta dari daerah Sukabumi.
~ Latar Waktu   : Siang hari
Karena tercantum di dalam cerita saat mereka merasa kepanasan ketika di dalam sebuah perjalanan kereta dari arah Sukabumi.
~ Latar Sosial   : Ketika Stasiun di Sukabumi padat oleh penumpang, dan tukang karcis melakukan diskriminasi terhadap pembeli tiket.
J  Amanat
Amanat yang disampaikan dalam cerita ini adalah, kita tidak boleh membedakan dengan cara mendiskriminasi orang. Dan kita tidak boleh berbuat semena-mena terhadap hak orang lain, karena itu bisa membuat malu diri kita sendiri pada kelaknya.
J  Sudut Pandang
Sudut Pandang dari cerita ini adalah sudut pandang orang ketiga, karena pengarang tidak pernah masuk kedalam cerita sebagai AKU, ia hanya menceritakan kisah orang pada zaman Jepang.
J  Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan dalam cerita ini sedikit mudah dimengerti, karena memakai bahasa Indonesia yang baku saat zaman dahulu.

Unsur Ekstrinsik
J  Biografi Pengarang
Abdullah Idrus 
(lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 – meninggal diPadang, Sumatera Barat, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawanIndonesia. Ia menikah dengan Ratna Suri pada tahun 1946. Mereka dikaruniai enam orang anak, empat putra dan dua putri, yaitu Prof. Dr. Ir. Nirwan Idrus, Slamet Riyadi Idrus, Rizal Idrus, Damayanti Idrus, Lanita Idrus, dan Taufik Idrus.
J  Sosial
Sosial nya dari cerita ini adalah perbedaan status social yang hingga membuat diskriminasi dalam mendapatkan tiket. Dan perlakuan pemaksaan dari pasukan Keibodan.
J  Politik
Politik dari cerita ini adalah setiap pasukan Keibodan bertindak paksa saat menjarah barang bawaan penumpang berupa beras, sehingga membuat Polisi berusaha mengusir pasukan itu dari dalam kereta.
J  Ekonomi
Ekonomi yang terjadi adalah sangat rendah, sehingga terjadinya perbedaan status sosial dan diskriminasi di dalamnya.
J  Budaya
Kebudayaan yang terjadi saat itu adalah budaya semena-mena yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan terhadap rakyat kecilnya.

7. HEIHO
Unsur Intrinsik
O  Tema
Tema yang tersirat dari cerita di atas adalah“ Perjuangan “
Tema ini tersirat karena di dalam cerita ini menceritakan sebuah perjuangan Kartono untuk menjadi seorang Heiho, hingga ia mempertaruhkan huungan keluarganya demi membela tanah air.
O  Tokoh / Perwatakan
Ø  Kartono            = Protagonis, Sabar, dan Pejuang Keras
Terlihat saat ia Berusaha ingin menjadi seoorang Heiho dan sabar mendengar ocehan atasannya, karena kesal mendengar permintaan Kartono yang meminta menulis penghargaan menggunakan Bahasa Nippon. Dan ia rela meninggalkan keluarganya hanya untuk membela Tanah Air.
Ø  Kepala Kantor   = Mudah Tersinggung, Pemarah.
Terbukti saat ia merasa kesal terhadap Kartono dan ia marah terhadap Kartono yang meminta untuk menulis penghargaan untuk dirinya menggunakan Bahasa Nippon.
Ø  Miarti              = Istri Kartono, Tegas.
Terlihat saat Miarti meminta Kartono memilih antara dirinya atau menjadi seorang Heiho untuk membela Negara dan Tanah Air.
O  Alur / Plot
Alur yang terjadi di dalam cerita ini adalah alur mundur, karena menceritakan perjuangan seseorang untuk menjadi Heiho. Dan mengandung Kausal, karena ada hubungan antara sebab dan akibat.
Plot yang ada didalam cerita ini saat Kartono mendapat kabar kelulusan untuk menjadi seorang Heiho dan ia pulang kerumahnya dengan meksud member kejutan kepada istrinya yang ternyata istrinya malah member pilihan kepada Kartono untuk memilih Heiho atau istrinya.
O  Latar / Setting
~ Latar Tempat    : Di kantor Kartono, Markas Heiho, dan Rumah Kartono.
~ Latar Waktu     : Sepanjang hari mulai dari pagi hingga malam
Karena di dalam cerita di mulai saat Kartono berada di dalam kantor hingga menuju markas Heiho dan pulang kerumahnya.
~ Latar Sosial       : Perjuangan menjadi seorang Heiho.
Terlihat saat usaha keras dari Kartono yang ingin menjadi seorang Heiho untuk membela Tanah Air.
O  Amanat
Kita pun sebagai penerus Bangsa yang baik, harus lebih bersemangat untuk berjuang untuk mendapatkan hal yang menjadi impian kita jika itu memang bersifat positif.
O  Sudut Pandang
Sudut pandang dari cerita di atas adalah sudut pandang orang ketiga, karena pengarangnya menceritakan kisah orang dengan menggunakan kata Ia atau Dia.
O  Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan dalam cerita disini, sangat menarik, sehingga membuat pembaca mudah mengerti dalam mebaca kisah-kisah perjuangan masa lalu.

Unsur Ekstrinsik
O  Biografi Pengarang
Abdullah Idrus 
(lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 – meninggal diPadang, Sumatera Barat, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawanIndonesia. Ia menikah dengan Ratna Suri pada tahun 1946. Mereka dikaruniai enam orang anak, empat putra dan dua putri, yaitu Prof. Dr. Ir. Nirwan Idrus, Slamet Riyadi Idrus, Rizal Idrus, Damayanti Idrus, Lanita Idrus, dan Taufik Idrus.
O  Sosial
Sosial yang terjadi di atas adalah sebuah perjuangan dari seorang pria untuk membela Tanah Air dan rela mengorbankan hubungan dengan keluarganya.
O  Politik
Politik yang terjadi di dalam cerita ini adalah, saat Heiho meminta anak bangsanya ikut membela Tanah Air.
O  Ekonomi
Ekonomi yang terjadi adalah pada saat itu tidak memperhatikan kebutuhan kecil menurut Nippon.
O  Budaya
Budaya yang tersirat dalam cerita ini adalah, budaya perjuangan dari anak Bangsanya dalam memperjuangkan hak Tanah Air.











AVE MARIA dan KEJAHATAN MEMBALAS DENDAM
Unsur Intrinsik
§      Tema
          Ave Maria mempunyai tema percintaan, terlihat saat Zulbahri yang merelakan istrinya untuk teman lamanya dan memilih pergi tanpa tujuan dan hanya ditemani dengan buku karya zulbahri sendiri.
          Kejahatan Membalas Dendam mempunyai tema yaitu Persaingan, dimana didalamnya diceritakan sebuah persaingan sebuah karya maupun sebuah percintaan.
§      Tokoh dan Perwatakan
Ave Maria    :
Ø  Zulbahri  = Tegar
diceritakan saat Zulbahri yang rela mengalah untuk kebahagiaan istrinya yang lebih pantas bersama teman lamanya.
Ø  Wartini   = Munafik
terlihat di dalam cerita saat wartini yang ingin memiliki kedua pria tersebut, walaupun ia sering kali berkata pada suaminya, bahwa hanya suaminya lah yang ia cintai, bukan teman lamanya.
Ø  Syamsu   = Licik
terlihat saat ia yang datang kembali ke kehidupan wartini yang sudah berkeluarga, dan dengan maksud hanya datang sebagai sahabat, tetapi akhirnya merebut wartini dari tangan Zulbahri hingga menghamili wartini.
Ø  Ayah       = Baik
Terlihat saat ia terus menunggu kedatangan Zulbahri walaupun terlihat sedikit aneh dengan awal kedatangannya. Ia terus mendengarkan keluh kesah Zulbahri.
Ø  Ibu         = Baik
terlihat saat Ibu yang dengan sabarnya mendengarkan keluh kesah Zulbahri hingga sudah menganggapnya sebagai anaknya sendiri.
Kejahatan Membalas Dendam
Ø  Ishak      = Pengarang Muda, Lemah, Putus asa
terlihat di dalam cerita saat Ishak lari dari dunia nya hanya karena kritikan dari Pak Orok hingga meninggalkan tunangannya.
Ø  Satilawati= Tunangan Ishak
terlihat saat ia yang terus berjuang mempertahankan karir dan cintanya.
Ø  Kartili     = Dokter, Teman Ishak, Licik
terlihat sat ia yang berusaha menjelekkan Ishak untuk mendapatkan Satilawati yang sudah lama ia cintai.
Ø  Asmadiputera= Meester in de rechten, teman Ishak, Baik, setia kawan
Terlihat saat ia yang hanya satu-satunya teman dalam ikut memperjuangkan nama Ishak di depan rakyat.
Ø  Sukroso  = Pengarang Kolot, Ayah Satilawati, Pengkritik
terlihat saat ia yang tidak menyukai hasil karya dari Ishak dan terus mengkritik dari karya yang dibuat Ishak.
Ø  Perempuan Tua= Nenek Sasilawati, Dukun , Adil
terlihat saat ia yang berusaha adil kepada keluarganya, dimana ayah sasilawati yang berusaha menjauhkan Ishak dari kehidupannya, tapi nenek itu berusaha melihat jalan tengahnya dengan tidak ingin menyakiti hati cucu kesayangannya.
§      Alur / Plot
Ave Maria
Berdasarkan urutan waktu terjadinya (kronologi). Alur yang demikian disebut alur linear.
Kejahatan Membalas Dendam
Berdasarkan hubungan sebab akibat (kausal). Alur yang demikian disebut alur kausal.
Plot    :
          Plot yang tersirat dalam cerita Ave Maria adalah Ketika Zulbahri pergi meninggalkan Wartini, dan merelakan istrinya untuk teman lamanya, hingga ia pun jalan tak menentu arah menjalani sisa hidupnya.
tersirat pada halaman18
          Plot yang tersirat dalam cerita Kejahatan Membalas Dendam adalah saat adegan ketiga belas dari babak ketiga.
§      Latar / Setting
Ave Maria
Waktu         : Zaman Jepang, malam hari ( sepanjang hari,)
Tempat        : Rumah Ayah dan Rumah Zulbahri( Jakarta )
Sosial          : Keluarga ayah dan Ibu yang mulai menerima dan bisa mengajak Zulbahri kembali berbicara pasca meninggalkan istrinya.
Kejahatan Membalas Dendam
Waktu         : Zaman Jepang, Sepanjang hari
Tempat        : Jakarta,
Sosial          : Lahirnya karya sastra baru membuat adanya sebuah persaingan
§      Amanat
Ave Maria   
Cinta adalah sebuah ketulusan dimana tersirat dalam cerita Zulbahri yang rela memberikan orang yang dia cintai demi kebahagiaan yang orang dicintainya bersama orang lain.

Kejahatan Membalas Dendam
Sebuah kejahatan yang terselubung di dalam kebaikan sekali pun pasti akan menimbulkan akibatnya sendiri terhadap orang yang melakukan.
§      Sudut Pandang
Sudut pandang dalam kedua cerita tersebut adalah sudut pandang orang ketiga, karena si pengarang tidak mencantumkan dirinya di dalam cerita.
§      Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan dalam cerita tersebut adalah Bahasa Indonesia baku, tetapi mudah dimengerti untuk pembaca pada zaman sekarang.

Unsur Ekstrinsik
§      Biografi
Abdullah Idrus 
(lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 – meninggal diPadang, Sumatera Barat, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawanIndonesia. Ia menikah dengan Ratna Suri pada tahun 1946. Mereka dikaruniai enam orang anak, empat putra dan dua putri, yaitu Prof. Dr. Ir. Nirwan Idrus, Slamet Riyadi Idrus, Rizal Idrus, Damayanti Idrus, Lanita Idrus, dan Taufik Idrus.
§      Sosial
Nilai Sosial yang tersirat dalam cerita Ave maria adalah bahwa Cinta terhadap diri dan terhadap orang lain terkadang mengalahkan rasa cinta kita terhadap Nusa dan Bangsa.
Sedangkan dari cerita Kejahatan Membalas Dendam adalah bahwa kawan yang setia akan selalu berada di samping kita , baik saat kita berada di atas maupun di bawah.
§      Politik
Politik yang tergamarkan dalam cerita keduanya adalah bahwa mereka ingin menunjukkan pengalamannya terhadap orang lain untuk mendapatkan sesuatu, aik dalam percintaan maupun pengakuan terhadap rakyat banyak.
§      Ekonomi
Ekonomi yang terjadi saat itu adalah bahwa nilai ekonomi didalam cerita masih sangat rendah.
§      Budaya
Budaya di dalam cerita di atas adalah Budaya persaingan yang terjadi di antaranya di dalam cerita masing-masing. Mulia dari perebutan cinta hingga pengakuan karya sastra terbaik dari rakyat banyak.

SESUDAH 17 AGUSTUS 1945
Unsur Intrinsik
o   Tema
-      Kisah Sebuah Celana Pendek      = Perjuangan
terlihat tema cerita ini saat Kusno dan ayahnya yang memperjuangkan cita-cita mereka untuk mendapatkan sesuatu.
-      Surabaya                                  = Peperangan
terlihat tema cerita ini saat orang-orang Indonesia yang tengah memperjuangkan Bangsa Indonesia di daerah Surabaya.
-      Jalan lain ke Roma                     = Perjalanan
tema cerita ini terlihat saat sebuah perjalanan Open dalam mencari sebuah kejujuran seperti yang selalu diajarkan oleh kedua orang tuanya.
o   Tokoh / Perwatakan
Kisah Sebuah Celana Pendek
-      Kusno                              = Pejuang keras
tergambarkan dalam cerita ini saat ia yang terus memperjuangkan sebuah celana pemberian ayahnya disbanding mengurusi rasa kelaparan.
-      Pak Kusno                        = Pekerja keras
terlihat saat ia yang bekerja keras mengumpulkan uang untuk membelikan sebuah celana kepada anaknya agar bahagia.
Surabaya
-      Orang- orang Indonesia   = Pembela Indonesia, Pejuang
terlihat saat mereka rela berkorban membela tanah airnya di Surabaya untuk melawan sekutu.
-      Belanda- Indo                  = Penjajah , Pemarah
terlihat saat mereka merasa terhina saat orang Indonesia merobek bendera mereka menjadi bendera Indonesia.
-      Sekutu                            = Licik, penjajah, penguasa
terlihat saat mereka mencurangi rakyat Surabaya dengan membodohi mereka untuk menuruti segala perintahnya.

Jalan Lain ke Roma
-      Open                               = Jujur
terlihat saat ia yang selalu mengingat pesan orang tuanya untuk selalu jujur.
-      Istri Open                      = Pemarah
terlihat saat ia yang sering sekali memarahi Open sambil mebawa-bawa sebuah golok.
-      Ayah , Ibu                       = Baik, menyayangi anaknya
terlihat saat mereka yang berusaha mencari nama baik untuk anaknya, dan saat mengajarkan anaknya untuk jujur dalam segala hal.
-      Surtiah                           = Pekerja keras, Sabar, Penyayang
terlihat saat Surtiah dengan sabarnya menyayangi suaminya, dan bekerja keras membantu kedua orang tuanya.
o   Alur / Plot
Kisah Sebuah Celana Pendek
Berdasarkan urutan waktu terjadinya (kronologi). Alur yang demikian disebut alur linear.
Surabaya
Berdasarkan urutan waktu terjadinya (kronologi). Alur yang demikian disebut alur linear.
Jalan Lain ke Roma
Berdasarkan hubungan sebab akibat (kausal). Alur yang demikian disebut alur kausal.


Plot
Kisah Sebuah Celana Pendek
          Saat dimana Kusno yang berjuang mempertahankan sebuah celananya untuk tidak dijual, padahal ia merasa kelaparan. Tercantum pada halaman 117 paragraf ke-5
Surabaya
          tercantum saat adegan ke-5 dimana tentara sekutu semakin bertambah maju masuk ke kota.
Jalan Lain ke Roma
          terlihat dalam cerita saat Open diminta datang di Kepentai, tercantum di halaman 166
o   Latar / Setting
Kisah Sebuah Celana Pendek
-      Waktu         : Zaman Jepang, saat perang hari pearl Harbour
-      Tempat        : Pearl Harbour, Kantor
-      Sosial          : Peperangan yang terjadi hanya untuk orang besar, orang kecil tidak memedulikan.
Surabaya
-      Waktu         : Zaman Jepang, setelah kemerdekaan
-      Tempat        : Surabaya
-      Sosial          : Kehidupan pejuang dalam mempertahankan Surabaya dari tentara sekutu.
Jalan Lain ke Roma
-      Waktu         : Zaman Jepang sepanjang hari
-      Tempat        : daerah perkotaan dan Desa
-      Sosial          : Kejujuran yang sulit di dapat pada zaman itu.
o   Amanat
Kisah Sebuah Celana Pendek
          Amanat yang disampaikan adalah bahwa kita harus memperjuangkan apa yang kita inginkan dan jangan putus asa untuk mempertahankan apa yang kita inginkan atau kita miliki.
Surabaya
          Amanat yang disampaikan adalah bahwa kita sebagai warga Negara yang baik harus membela Bangsa kita dari para penjajah yang ingin merenggut kemerdekaan kita.
Jalan Lain ke roma
          Amanat yang disampaikan adalah masih banyak jalan lain yang lebih baik untuk kita gapai, dan terus kejarlah apa yang kita cita-citakan tapi jangan sampai melupakan orang yang sangat berharga di sebelah kita.
o   Sudut Pandang
Sudut pandang yang tercantum dalam ketiga cerita tersebut adalah sudut pandang orang ketiga, karena si pengarang hanya menceritakan kisah orang lain, tidak mencantumkan namanya di dalm cerita ini.
o   Gaya Bahasa
Gaya Bahasa yang tertulis dalam cerita ini adalah Bahasa Indonesia Baku, sedikit kurang dipahami karena masih mengandung nilai-nilai pada zaman jepang.

Unsur Ekstrinsik
o   Biografi pengarang
Abdullah Idrus 
(lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 – meninggal diPadang, Sumatera Barat, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawanIndonesia. Ia menikah dengan Ratna Suri pada tahun 1946. Mereka dikaruniai enam orang anak, empat putra dan dua putri, yaitu Prof. Dr. Ir. Nirwan Idrus, Slamet Riyadi Idrus, Rizal Idrus, Damayanti Idrus, Lanita Idrus, dan Taufik Idrus.
o   Sosial
Nilai sosial yang terkandung dalam ketiga cerita tersebut adalah kita harus memperjuangkan masing- masing hak dan cita-cita kita sendiri, jangan sampai orang lain merampasnya.
o   Politik
Kisah sebuah Celana Pendek
       pekerjaan yang sulit di dapat pada masa peperangan zaman Jepang.
Surabaya
       Tentara sekutu yang memperudak bangsa Indonesia dalam menjajah daerah Surabaya.
Jalan Lain ke Roma
       Sebuah Kejujuran yang dinilai sangat rendah oleh orang-orang sekitar
o   Ekonomi
Ekonomi yang terjadi dari ketiga cerita di atas adalah sederhana, kesengsaraan karena masih dipengaruhi oleh tentara sekutu pada Zaman Jepang.
o   Budaya
Budaya yang terjadi adalah budaya pemberontak, dimana pada zaman Jepang yang sedikit melanggar perintah nya pasti akan terjadi penyiksaan.

DARI AVE MARIA KE JALAN LAIN KE ROMA
karya          : Idrus 1948

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik yang umum
Unsur Intrinsik:
@ Tema
        Tema merupakan jiwa dari seluruh bagian cerita. Karena itu, tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita. Tema dalam banyak hal bersifat ”mengikat” kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa, konflik serta situasi tertentu, termasuk pula berbagai unsur intrinsik yang lain.
        Tema ada yang dinyatakan secara eksplisit (disebutkan) dan ada pula yang dinyatakan secara implisit (tanpa disebutkan tetapi dipahami).
        Dalam menentukan tema, pengarang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: minat pribadi, selera pembaca, dan keinginan penerbit atau penguasa.
        Dalam sebuah karya sastra, disamping ada tema sentral, seringkali ada pula tema sampingan. Tema sentral adalah tema yang menjadi pusat seluruh rangkaian peristiwa dalam cerita. Adapun tema sampingan adalah tema-tema lain yang mengiringi tema sentral.
Ø  Tema umum dari novel ini adalah “ Kesederhanaan Baru “
Karena di dalam cerita ini membahas tentang berbagai macam kehidupan ekonomi yang menimbulkan sebab dan akibat itu sendiri.
@ Tokoh / Perwatakan
Ave Maria    :
Ø  Zulbahri  = Tegar
diceritakan saat Zulbahri yang rela mengalah untuk kebahagiaan istrinya yang lebih pantas bersama teman lamanya.
Ø  Wartini   = Munafik
terlihat di dalam cerita saat wartini yang ingin memiliki kedua pria tersebut, walaupun ia sering kali berkata pada suaminya, bahwa hanya suaminya lah yang ia cintai, bukan teman lamanya.
Ø  Syamsu   = Licik
terlihat saat ia yang datang kembali ke kehidupan wartini yang sudah berkeluarga, dan dengan maksud hanya datang sebagai sahabat, tetapi akhirnya merebut wartini dari tangan Zulbahri hingga menghamili wartini.
Ø  Ayah       = Baik
Terlihat saat ia terus menunggu kedatangan Zulbahri walaupun terlihat sedikit aneh dengan awal kedatangannya. Ia terus mendengarkan keluh kesah Zulbahri.
Ø  Ibu         = Baik
terlihat saat Ibu yang dengan sabarnya mendengarkan keluh kesah Zulbahri hingga sudah menganggapnya sebagai anaknya sendiri.
Kejahatan Membalas Dendam
Ø  Ishak      = Pengarang Muda, Lemah, Putus asa
terlihat di dalam cerita saat Ishak lari dari dunia nya hanya karena kritikan dari Pak Orok hingga meninggalkan tunangannya.
Ø  Satilawati= Tunangan Ishak
terlihat saat ia yang terus berjuang mempertahankan karir dan cintanya.
Ø  Kartili     = Dokter, Teman Ishak, Licik
terlihat sat ia yang berusaha menjelekkan Ishak untuk mendapatkan Satilawati yang sudah lama ia cintai.
Ø  Asmadiputera= Meester in de rechten, teman Ishak, Baik, setia kawan
Terlihat saat ia yang hanya satu-satunya teman dalam ikut memperjuangkan nama Ishak di depan rakyat.
Ø  Sukroso  = Pengarang Kolot, Ayah Satilawati, Pengkritik
terlihat saat ia yang tidak menyukai hasil karya dari Ishak dan terus mengkritik dari karya yang dibuat Ishak.
Ø  Perempuan Tua= Nenek Sasilawati, Dukun , Adil
terlihat saat ia yang berusaha adil kepada keluarganya, dimana ayah sasilawati yang berusaha menjauhkan Ishak dari kehidupannya, tapi nenek itu berusaha melihat jalan tengahnya dengan tidak ingin menyakiti hati cucu kesayangannya.

·         KOTA HARMONI
Ø  Perempuan muda, Belanda Indo        = Angkuh, Sombong.
“Siapa lagi yang membawa terasi ke atas trem. Tidak tahu aturan, ini kan kelas satu.” dia berkata kepada salah satu penumpang di dalam trem itu
Ø  Perempuan tua, bungkuk, kurus       = Sederhana dan Merana.
Terlihat saat perempuan tua ini bersitegang dengan seorang kondektur yang mengusir perempuan tua ini untuk pindah  kelas, karena tidak sanggup membayar biaya menaiki trem.
Ø  Kondektur 1      = Angkuh dan Semena-mena.
Terlihat saat kondektur 1 mengusir perempuan tua yang tidak sanggup membayar biaya trem dengan semena-mena tanpa belas kasihan.
Ø  Kondektur 2      = Pemarah
Terlihat saat kondektur 2 yang berkomentar saat melihat kondektur 1 yang mengusir perempuan tua untuk  pindah kelas 2 karena tidak cukup untuk membayar biaya menaiki trem.
Ø  Seorang anak muda     = jujur
Terlihat saat ia mengutarakan ketidaksukaanya terhadap perlakuan orang Nippon yang semena-mena di dalam trem yang penuh sesak
dialog      : “Orang kelas satu dan orang kelas dua disamakannya saja, seperti binatang saja diperlakukannya.”
Ø  Orang Nippon             = Semena-mena dan tidak tahu aturan.
Terlihat saat 3 orang Nippon yang sengaja memberhentikan trem yang sedang berjalan dengan tanpa aturan dan menaiki term tersebut dengan senyum kemenangan.
Ø  Orang kenpentai         = Adil
Terlihat saat ia marah kepada seorang Nippon yang menaiki jendela trem, yang memang sudah jelas marah kepada orang yang salah. Bukan seperti orang lain yang memandang sebuah kekuasaan untuk memarahi orang yang salah.
·                  JAWA BARU
Ø  Anak muda yang telanjang sebenar-benarnya      = Merana, orang gila.
Terlihat dari cerita saat ia setiap harinya yang dengan telanjang sebenar-benarnya dan selalu duduk dibawah pohon saat hari terang, ia hanya menutupi sebagian badannya menggunakan kedua telapak tangannya, ia hanya berani beranjak ke jalan saat hari gelap dan ia menuju kali untuk melihat barangkali ada bangkai ayam atau bangkai orang hanyut untuk dimakannya, karena ia kelaparan.
Ø  Perempuan-perempuan Jalang         = Pekerja keras
Terlihat saat mereka semua menjual diri kepada orang-orang diluar demi untuk membeli beras buat sanak saudaranya, hingga akhirnya mereka mati dengan sendirinya karena bunga mereka sudah layu, dan tidak dihinggapi kumbang lagi.
Ø  Orang-orang Jawa Hokokai             = Acuh, tidak peduli kesusahan rakyat
Terlihat saat mereka mengadakan rapat, dan tidak isa menjawab pertanyaan dari orang Nippon, yang mengemukakan kesusahan rakyatnya, dan mereka tidak bisa membuat jawaban pasti atas pertanyaan yang di ajukan.
·         PASAR MALAM ZAMAN JEPANG
Ø  Amin, bajunya bersetrika, jadi bagus, berdasi, dan bersepatu, seperti anggota Chuo Sangiin    = Suka Mengejek, Sombong.
Terlihat saat ia berkata mengejek temannya:
“Apa gunanya berdesak. Beli saja yang diluar ini.”
“Memang, di luar dua kali lipat, tetapi apa peduli kita. Apa artinya uang sekarang ini.”
Ø  Ti istri dari seorang Indonesia       = suka meremehkan dan kasar bicaranya
terlihat di satu dialognya bersama suami nya:
“Kang, ini tolol betul. Bagor kan bukan Karat.”
Ø  Orang Indonesia, yang kurus = suka berjudi
Terlihat saat ia serius mengikutu permainan itu yang terus menerus tanpa henti, hingga akhirnya ia sadar bahwa dia kehabisan uang saat merogoh kantong sakunya. hingga akhirnya dia kalah, dan keesokan harinya terdengar bahwa ia sudah mati.
·         SANYO
Ø  Kadir      = Penjual kacang rebus, sifat yang tidak sabar dan sombong.
Terlihat saat ia berjualan kacang dan semua pengunjung tidak ada yang menghampiri barang dagangan dia, dan lebih memilih untuk membeli es krim. Ia pun bergerutu sendiri melihat kantong sakunya yang masih kosong.
Ø  Seorang tukang es lilin                   = Sopan
Terlihat saat ia menghampiri Kadir dengan sopan memohon untuk memberi kacang dengan harga yang sangat murah, karena ia merasa kelaparan dan hanya memakan es krim dagangannya.
Ø  Seorang lelaki tua       = Galak dan kasar
Terlihat saat seorang lelaki tua ini memarahi penjual es krim dengan bahasa kasar karena yang ia mau kacang dengan harga 3 sen, bukan es krim yang diberinya tadi oleh penjual es krim yang sedang bercakap dengan Kadir.
Ø  Seorang lelaki   = Mata- mata Nippon , tegas dan galak
Terlihat saat Kadir bertanya pada pria ini tentang arti kata “ SANYO “ yang ternyata itu adalah kata penghinaan untuk Nippon, sehingga Kadir langsung diseret ke kantor polisi.
·         FUJINKAI
Ø  Nyonya Sastra  = Disiplin, Sombong, dan Sabar
Tersirat dari cerita Nyonya Sastra yang mematuhi perintah atasannya untuk mengadakan rapat bersama anggotanya, membahas tentang pungutan untuk membuat kue.
Ø  Nyonya Waluyo  = Tidak sabaran dan suka mengejek
Terlihat saat Nyonya Waluyo yang langsung mengundurkan diri mengikuti rapat yang terlalu lama, dan ia keluar sambil mengejek Nonya Waluyo yang membawakan rapat dengan bertele-tele.
Ø  Nyonya Salim    = Kekurangan ekonomi
Tergambarkan dalam cerita saat Nyonya Salim mengundurkan diri sebagai anggota Fujinkai karena permintaan Nyonya salim untuk memberi beras seperlima liter setiap harinya, ia merasa itu terlalu berat, karena kondisi ekonomi keluarganya.
Ø  Nyonya Joko     = Simpatik
Terlihat saat ia menceritakan anaknya yang bekerja keras setiap hari dan mesti harus ditambah menanggung karena putusan rapat Fujinkai.
Ø  Nyonya Surya    = Sombong
Terlihat saat ia menceritakan anaknya dengan sombongnya saat anaknya pulang dan membawa segala hasil dari pekerjaannya.
·         OH…OH…OH!
Ø  Anak Muda, kurus       = Tokoh lataran.
Tokoh lataran adalah tokoh yang menjadi bagian atau berfungsi sebagai latar cerita saja.
Ø  Tukang karcis             = Antagonis
Terlihat saat ia mendiskriminasi dalam member karcis. Ia marah terhadap pembeli karcis yang sudah menuggu lama hanya karena tukang karcis yang tidak juga memberikan karcis itu.
Ø  Orang Tionghoa          = Sombong
Terlihat saat ia membanggakan bahwa ia mendapat karcis dengan kelas dua, yang berarti itu hanya untuk kelas Nippon.
Ø  Orang Arab                = Protagonis
Terlihat saat ia sedang bertanya kepada anak muda yang hanya memiliki kaki 1, dan terlihat saat ia berucap “ Astagfirullah “ terhadap orang Indonesia yang berkata kasar.
Ø  Polisi                = Licik
Terlihat saat ia , mencoba membantu anak perempuan membawa sebagian beras, yang ternyata itu hanya sebuah trik Polisi yang juga untuk mendapatkan beras secara cuma-Cuma, tanpa berbuat kekerasan seperti pasukan Keibodan.
·         HEIHO
Ø  Kartono            = Protagonis, Sabar, dan Pejuang Keras
Terlihat saat ia Berusaha ingin menjadi seoorang Heiho dan sabar mendengar ocehan atasannya, karena kesal mendengar permintaan Kartono yang meminta menulis penghargaan menggunakan Bahasa Nippon. Dan ia rela meninggalkan keluarganya hanya untuk membela Tanah Air.
Ø  Kepala Kantor   = Mudah Tersinggung, Pemarah.
Terbukti saat ia merasa kesal terhadap Kartono dan ia marah terhadap Kartono yang meminta untuk menulis penghargaan untuk dirinya menggunakan Bahasa Nippon.
Ø  Miarti              = Istri Kartono, Tegas.
Terlihat saat Miarti meminta Kartono memilih antara dirinya atau menjadi seorang Heiho untuk membela Negara dan Tanah Air.
Kisah Sebuah Celana Pendek
-      Kusno                              = Pejuang keras
tergambarkan dalam cerita ini saat ia yang terus memperjuangkan sebuah celana pemberian ayahnya disbanding mengurusi rasa kelaparan.
-      Pak Kusno                        = Pekerja keras
terlihat saat ia yang bekerja keras mengumpulkan uang untuk membelikan sebuah celana kepada anaknya agar bahagia.
Surabaya
-      Orang- orang Indonesia   = Pembela Indonesia, Pejuang
terlihat saat mereka rela berkorban membela tanah airnya di Surabaya untuk melawan sekutu.
-      Belanda- Indo                  = Penjajah , Pemarah
terlihat saat mereka merasa terhina saat orang Indonesia merobek bendera mereka menjadi bendera Indonesia.
-      Sekutu                            = Licik, penjajah, penguasa
terlihat saat mereka mencurangi rakyat Surabaya dengan membodohi mereka untuk menuruti segala perintahnya.
Jalan Lain ke Roma
-      Open                               = Jujur
terlihat saat ia yang selalu mengingat pesan orang tuanya untuk selalu jujur.
-      Istri Open                      = Pemarah
terlihat saat ia yang sering sekali memarahi Open sambil mebawa-bawa sebuah golok.
-      Ayah , Ibu                       = Baik, menyayangi anaknya
terlihat saat mereka yang berusaha mencari nama baik untuk anaknya, dan saat mengajarkan anaknya untuk jujur dalam segala hal.
-      Surtiah                           = Pekerja keras, Sabar, Penyayang
terlihat saat Surtiah dengan sabarnya menyayangi suaminya, dan bekerja keras membantu kedua orang tuanya.

@ Alur / Plot
Alur adalah urutan atau rangkaian peristiwa dalam cerita. Alur dapat disusun berdasarkan tiga hal, yaitu:
Ø  Berdasarkan urutan waktu terjadinya (kronologi). Alur yang demikian disebut alur linear.
Ø  Berdasarkan hubungan sebab akibat (kausal). Alur yang demikian disebut alur kausal.
Ø  Berdasarkan tema cerita. Alur yang demikian disebut alur tematik. Dalam cerita yang beralur tematik, setiap peristiwa seolah-olah berdiri sendiri. Kalau salah satu episode dihilangkan cerita tersebut masih dapat dipahami.
Ø  Jadi alur dari novel ini adalah alur mundur, karena setiap ceritanya hanya menceritakan kehidupan di zaman dahulu, kejadian yang terjadi pada zaman dahulu dan berdasarkan urutan waktu terjadinya (kronologi). Alur yang demikian disebut alur linear.
Plot dari novel ini :
          plot yang tersirat dalam cerita Ave Maria adalah Ketika Zulbahri pergi meninggalkan Wartini, dan merelakan istrinya untuk teman lamanya, hingga ia pun jalan tak menentu arah menjalani sisa hidupnya.
tersirat pada halaman18
          Plot yang tersirat dalam cerita Kejahatan Membalas Dendam adalah saat adegan ketiga belas dari babak ketiga.

  • KOTA HARMONI
Plot nya saat dimana orang Indonesia bertengkar dengan seorang Nippon yang menaiki jendela trem dan terlibat adu mulut. Dan orang Kenpentai membela orang Indonesia karena memang orang Indonesia benar untuk memarahi orang Nippon tersebut.
  • JAWA BARU
Tertulis pada halaman 87, paragraf 6
          Kehidupan susah, dimana-mana orang-orang mengeluh, tetapi tidak ada seorang pun yang berani membuka mulut. Seorang utusan pemerintah baru kembali dari perjalanannya dari seluruh Jawa dan telah mengirimkan laporannya kepada pemerintah. Malamnya diumumkan di radio, bahwa sungguhpun rakyat hidup susah, mereka tidak mengeluh, menanggungkan segala-galanya dengan sabar, tanda bakti yang keluar dari hati suci. Pada penghabisannya dikatakan pula, bahwa pemerintah Nippon terharu  sekali dengan ketulusan seluruh rakyat Pulau Jawa.
  • PASAR MALAM ZAMAN JEPANG
Saat orang Indonesia mengalami kekalahan saat bermain rolet, sehinnga ia rela satu persatu menjual pakaian nya ,hingga pakain dalamnya. Tetapi tetap saja ia mengalami kekalahan.
  • SANYO
Ketika Kadir terus berusaha bertanya kepada setiap pembeli kacangnya tentang arti dari kata SANYO, hingga suatu saat ia tidak mengetahui bahwa orang yang ia Tanya adalah mata-mata dari Nippon, seketika orang itu marah karena arti kata itu berati sebuah pengejekkan untuk Dai Nippon.
  • FUJINKAI
  Plot cerita ini saat semua anggotanya mulai merasa jenuh terhadap rapat yang disampaikan oleh Nyonya Sastra, dan mulai satu persatu anggotanya pulang karena rapat itu terlalu lama.
  • OH……OH…..OH!
Plot dari cerita ini saat pasukan Keibodan yang berusaha memberhentikan perjalanan hanya untuk mengambil beras bawaan penumpang, dan Polisi datang membuat malu pasukan Keibodan dengan hanya menjawab pertanyaan pemilik beras tersebut. Dan yang ternyata Polisi itu pun melakukan hal yang sama terhadap anak perempuan yang sedang membawa beras, dengan cara menipu anak perempuan itu dengan modus membawakan sebagian beras di pundaknya.
  • HEIHO
Plot yang ada didalam cerita ini saat Kartono mendapat kabar kelulusan untuk menjadi seorang Heiho dan ia pulang kerumahnya dengan meksud member kejutan kepada istrinya yang ternyata istrinya malah member pilihan kepada Kartono untuk memilih Heiho atau istrinya.
·         Kisah Sebuah Celana Pendek
          Saat dimana Kusno yang berjuang mempertahankan sebuah celananya untuk tidak dijual, padahal ia merasa kelaparan. Tercantum pada halaman 117 paragraf ke-5
·         Surabaya
          tercantum saat adegan ke-5 dimana tentara sekutu semakin bertambah maju masuk ke kota.
·         Jalan Lain ke Roma
        terlihat dalam cerita saat Open diminta datang di Kepentai, tercantum di halaman 166

@ Latar / Setting
~ Latar Tempat    : Kota harmoni, Pulau Jawa, Pasar Malam, Radio Umum, Sukabumi, Kantor,Surabaya,perkotaan.
Terlihat dari macam-macam tempat di dalam ceritanya untuk menggambarkan cerita tersebut.
~ Latar Waktu     : Zaman Jepang, Pagi-Malam hari
~ Latar Sosial       : Kehidupan zaman Jepang yang terjadi sebuah evolusi di setiap ceritanya.
@ Aliran
Dalam novel ini mengandung aliran REALISME
Aliran ini mengutamakan realitas kehidupan. Sastra realis merupakan kutub seberang dari sastra imajis. Apa yang diungkapkan para pengarang realis adalah hal-hal yang nyata, yang pernah terjadi, bukan imajinatif belaka. Biografi, otobiografi, true-story, album kisah nyata, roman sejarah, bisa kita masukkan ke sini. Sastra realis juga berbeda dengan berita surat kabar atau laporan kejadian, karena ia tidak semata-mata realistik. Sebagai karya sastra, ia pun dihidupkan oleh pijar imajinasi dan plastis bahasa yang memikat.

@ Amanat
Amanat yang tercantum dalam novel di setiap ceritanya adalah, Kita sebagai penerus bangsa sudah seharusnya mengenang sebuah perjuangan orang terdahulu dalam melawan penjajah. Dan harus meniru semangat serta perjuangannya dalam hal apapun.
@ Sudut Pandang
Sudut Pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga, karena si pengarang tidak mencantumkan dirinya masuk dalam cerita, dan ia hanya menceritakan kisah orang lain dengan kata ganti Ia atau Dia.
@ Gaya Bahasa
           Gaya bahasa adalah teknik pengolahan bahasa oleh pengarang dalam upaya menghasilkan karya sastra yang hidup dan indah. Pengolahan bahasa harus didukung oleh diksi (pemilihan kata) yang tepat. Namun, diksi bukanlah satu-satunya hal yang membentuk gaya bahasa.
        Gaya bahasa merupakan cara pengungkapan yang khas bagi setiap pengarang. Gaya seorang pengarang tidak akan sama apabila dibandingkan dengan gaya pengarang lainnya, karena pengarang tertentu selalu menyajikan hal-hal yang berhubungan erat dengan selera pribadinya dan kepekaannya terhadap segala sesuatu yang ada di sekitamya.
        Gaya bahasa dapat menciptakan suasana yang berbeda-beda: berterus terang, satiris, simpatik, menjengkelkan, emosional, dan sebagainya. Bahasa dapat menciptakan suasana yang tepat bagi adegan seram, adegan cinta, adegan peperangan dan lain-lain..
Sehingga gaya bahasa yang terjadi dalam pembuatan novel ini menggunakan bahasa Indonesia yang baku untuk lebih menceritakan hal pada zaman dahulu.
Unsur Ekstrinsik
@ Biografi Pengarang
Abdullah Idrus (lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 – meninggal diPadang, Sumatera Barat, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawanIndonesia. Ia menikah dengan Ratna Suri pada tahun 1946. Mereka dikaruniai enam orang anak, empat putra dan dua putri, yaitu Prof. Dr. Ir. Nirwan Idrus, Slamet Riyadi Idrus, Rizal Idrus, Damayanti Idrus, Lanita Idrus, dan Taufik Idrus.
Dunia Sastra
Perkenalan Idrus dengan dunia sastra sudah dimulainya sejak duduk di bangku sekolah, terutama ketika di bangku sekolah menengah. Ia sangat rajin membaca karya-karyaroman dan novel Eropa yang dijumpainya di perpustakaan sekolah. Ia pun sudah menghasilkan cerpen pada masa itu.
Minatnya pada dunia sastra mendorongnya untuk memilih Balai Pustaka sebagai tempatnya bekerja. Ia berharap dapat menyalurkan minat sastranya di tempat tersebut, membaca dan mendalami karya-karya sastra yang tersedia di sana dan berkenalan dengan para sastrawan terkenal. Keinginannya itu pun terwujud, ia berkenalan denganH.B. JassinSutan Takdir AlisyahbanaNoer Sutan IskandarAnas Makruf, dan lain-lain.
Meskipun menolak digolongkan sebagai sastrawan Angkatan ’45, ia tidak dapat memungkiri bahwa sebagian besar karyanya memang membicarakan persoalan-persoalan pada masa itu. Kekhasan gayanya dalam menulis pada masa itu membuatnya memperoleh tempat terhormat dalam dunia sastra, sebagai Pelopor Angkatan ’45 di bidang prosa, yang dikukuhkan H.B. Jassin dalam bukunya.
Hasratnya yang besar terhadap sastra membuatnya tidak hanya menulis karya sastra, tetapi juga menulis karya-karya ilmiah yang berkenaan dengan sastra, seperti Teknik Mengarang Cerpen dan International Understanding Through the Study of Foreign Literature. Kemampuannya menggunakan tiga bahasa asing (BelandaInggris, dan Jerman) membuatnya berpeluang untuk menerjemahkan buku-buku asing. Hasilnya antara lain adalah Perkenalan dengan Anton ChekovPerkenalan dengan Jaroslov HaskPerkenalan denganLuigi Pirandello, dan Perkenalan dengan Guy de Maupassant.
Karena tekanan politik dan sikap permusuhan yang dilancarkan oleh Lembaga Kebudayaan Rakyat terhadap penulis-penulis yang tidak sepaham dengan mereka, Idrus terpaksa meninggalkan tanah air dan pindah ke Malaysia. Di Malaysia, lepas dari tekanan Lekra, ia terus berkarya. Karyanya saat itu antara lain, Dengan Mata Terbuka (1961) dan Hati Nurani Manusia (1963).
Di dalam dunia sastra, kehebatan Idrus diakui khalayak sastra, terutama setelah karyanya SurabayaCorat-Coret di Bawah Tanah, danAki diterbitkan. Ketiga karyanya itu menjadi karya monumental. Setelah ketiga karya itu, memang, pamor Idrus mulai menurun. Namun tidak berarti ia lantas tidak disebut lagi, ia masih tetap eksis dengan menulis kritik, esai, dan hal-hal yang berkenaan dengan sastra di surat kabar, majalah, dan RRI (untuk dibacakan).
[sunting]Karya
[sunting]Novel
§  Aki
§  Corat-Coret di Bawah Tanah
§  Dengan Mata Terbuka
§  Hati Nurani Manusia
§  Hikayat Petualang Lima
§  Hikayat Putri Penelope
§  Perempuan dan Kebangsaan
§  Surabaya
[sunting]Cerita pendek
§  Anak Buta
§  Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
[sunting]Drama
§  Dokter Bisma
§  Jibaku Aceh
§  Kejahatan Membalas Dendam
§  Keluarga Surono
[sunting]Karya terjemahan
§  Acoka
§  Cerita Wanita Termulia
§  Dari Penciptaan Kedua
§  Dua Episode Masa Kecil
§  Ibu yang Kukenang
§  Keju
§  Kereta Api Baja
§  Perkenalan dengan Anton Chekov
§  Perkenalan dengan Guy de Maupassant
§  Perkenalan dengan Jaroslov Hask
§  Perkenalan dengan Luigi Pirandello
§  Roti Kita Sehari-hari





Idrus
Idrus-ok.jpg
Lahir
Abdullah Idrus
21 September 1921
Bendera Belanda PadangHindia Belanda
Meninggal
18 Mei 1979 (umur 57)
Bendera Indonesia Padang, Sumatera Barat,Indonesia
@ Sosial
Kehidupan Sosial yang terjadi adalah, sebuah kisah perjalanan dan perjuangan hidup rakyat pada zaman dahulu untuk memperjuangkan hak-haknya atas pemberontakan pada masa Nippon.
@ Politik
Politik yang terjadi dimana pemegang kekuasan lebih berkuasa dan memiliki kekuasaan untuk mengatur rakyat kecil yang sudah sengsara untuk mengikuti hal yang diminta pada masa Nippon.
@  Ekonomi
Kehidupan ekonomi yang terjadi zaman dahulu sangat rendah, sehinnga rakyat kecil begitu sengsara dan membuat Nippon semakin berkuasa untuk menindas Bangsa Indonesia.
@ Budaya
Kebudayaan yang ada dalam cerita adalah kebudayaan Jepang, yang betindak semena-menanya dalam merebut hak rakyat Bangsa Indonesia yang di perbudak oleh Nippon.